Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, Muhammad Aidil.
KUTAI KARTANEGARA, SAMBARANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) memastikan akan membantu pemulihan rumah warga yang terdampak kebakaran di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru (Kampung Baru), Kecamatan Tenggarong.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah mendata seluruh korban sekaligus memverifikasi persyaratan administrasi, termasuk legalitas kepemilikan rumah.
Menurutnya, proses verifikasi diperlukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan mendata sekaligus memastikan syarat-syarat untuk mendapatkan bantuan, termasuk legalitas dan persyaratan lainnya. Setelah itu baru kami hitung kembali kebutuhan masing-masing rumah karena kondisinya berbeda-beda,” ujar Aidil, Sabtu (18/7/2026).
Aidil menjelaskan, bantuan dari Dinas Perkim tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Sebaliknya, pemerintah akan menyalurkan bantuan berupa pembangunan rumah maupun material bangunan sesuai hasil pendataan dan kebutuhan masing-masing korban.
Ia menuturkan, bentuk bantuan nantinya akan diputuskan melalui musyawarah bersama keluarga penerima manfaat dan pemerintah kelurahan.
“Kalau dari Perkim bukan dalam bentuk uang. Bantuan bisa berupa bangunan atau material, tergantung hasil perhitungan kebutuhan dan kesepakatan dengan keluarga penerima serta aparat kelurahan. Nanti kita cari solusi yang terbaik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aidil menyebut pembangunan rumah bagi korban akan mengacu pada standar rumah layak huni milik Dinas Perkim dengan tipe 36.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, mengungkapkan kebakaran tersebut menghanguskan delapan rumah, merusak berat satu rumah, serta berdampak pada tiga rumah lainnya.
Akibat musibah tersebut, sebanyak 16 kepala keluarga (KK) atau 58 jiwa kehilangan tempat tinggal.
“Sesuai yang telah saya sampaikan kepada Pak Bupati, terdapat 8 rumah hangus terbakar, 1 rumah rusak berat, dan 3 rumah terdampak. Total terdapat 16 kepala keluarga atau 58 jiwa yang kehilangan tempat tinggal,” kata Bayu.
Ia menjelaskan, mayoritas korban saat ini mengungsi ke rumah sanak keluarga yang masih berada di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi itu dinilai memudahkan proses penyaluran bantuan dari pemerintah maupun para donatur.
Bayu menambahkan, Pemerintah Kelurahan Baru berperan sebagai fasilitator dan pendamping, sedangkan tindak lanjut teknis penanganan akan dilakukan oleh instansi terkait. Ia juga menyebut Bupati Kukar telah berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk percepatan penanganan pascakebakaran.
Sejumlah bantuan darurat telah disalurkan oleh berbagai pihak, di antaranya Dinas Sosial, BPBD, pemerintah kecamatan, Toko Iwan, Kodim, Koramil, serta Baznas. Bantuan tersebut meliputi uang tunai, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan pokok.
Bayu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik pada rumah yang ditinggalkan atau rumah sewaan.
“Di wilayah perkotaan, ancaman yang paling rawan bukan kebakaran lahan, melainkan kebakaran bangunan. Dampaknya jauh lebih besar karena dapat menyebabkan masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam waktu singkat,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma


Disdikbud Kukar Terbitkan Edaran PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Wilayah
Tekan Risiko ISPA, Siswa PAUD hingga SMP di Kukar Belajar dari Rumah
Di Tengah Kemarau dan Karhutla, Warga Kukar Satukan Doa Memohon Hujan
Mengurai RKBM Bongkar di Kuala Samboja dan Asal Angka Rp650 per Ton
Forum Tambang IUP IKN Sebut Jasa PBM Rp650 per Ton Masih Layak
Jaga Populasi Ikan, 5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun
Golkar Kaltim Mulai Siapkan Hasanuddin Mas’ud Hadapi Pilbup Kukar