Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri Usai SHOLAT ISTISQO' DAN DOA BERSAMA di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026)
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai Kamis (3/9/2026). Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
PJJ diberlakukan bagi peserta didik jenjang PAUD, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Selama kebijakan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Menurut dia, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kukar, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan hingga 200 persen dibandingkan kondisi normal.
“Karena tingkat ISPA di Kabupaten Kutai Kartanegara laporan Dinas Kesehatan sudah naik 200 persen dari angka biasanya,” kata Aulia, Rabu (2/9/2026).
Aulia menegaskan, penerapan PJJ tidak hanya bertujuan mengubah lokasi pembelajaran dari sekolah ke rumah. Ia meminta orang tua turut memastikan anak-anak mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
“Biar pun di rumah, anak-anak kita harus meminimalisir untuk beraktivitas di luar rumah. Percuma kalau kita memberikan PJJ, tetapi tetap mereka main di luar rumah. Ini sama saja bahayanya,” ujarnya.
Pemkab Kukar akan mengevaluasi pelaksanaan PJJ setiap pekan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.
Kebijakan pembelajaran tatap muka akan disesuaikan kembali setelah dilakukan evaluasi dan kondisi dinilai lebih aman bagi peserta didik.
Selain sektor pendidikan, Pemkab Kukar juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Dinas Kesehatan diminta memperkuat sosialisasi mengenai pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Masyarakat, terutama yang harus beraktivitas di luar ruangan, diimbau menggunakan masker sebagai alat pelindung untuk mengurangi paparan asap.
“Dinkes mengimbau seluruh masyarakat Kukar untuk senantiasa memakai alat pelindung diri berupa masker saat berada di luar ruangan. Ini penting sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit ISPA,” kata Aulia.
Di sisi lain, Aulia memastikan hak peserta didik untuk memperoleh makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dipenuhi selama penerapan PJJ.
Menurut dia, mekanisme distribusi MBG akan disesuaikan oleh masing-masing sekolah melalui koordinasi dengan pihak pelaksana program.
“Distribusi MBG dari pihak sekolah berkoordinasi dengan MBG, teknisnya mereka bicarakan sendiri. Beda sekolah, beda teknis,” ujarnya.
Meski teknis distribusi dapat berbeda antar sekolah, Aulia memastikan peserta didik tetap memperoleh hak mereka atas makanan bergizi.
“Akan tetapi hak-hak anak kita untuk mendapatkan makanan bergizi sebagaimana biasanya itu tetap kita pastikan mereka mendapatkan hak mereka tersebut,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma


Disdikbud Kukar Terbitkan Edaran PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Wilayah
Di Tengah Kemarau dan Karhutla, Warga Kukar Satukan Doa Memohon Hujan
Mengurai RKBM Bongkar di Kuala Samboja dan Asal Angka Rp650 per Ton
Forum Tambang IUP IKN Sebut Jasa PBM Rp650 per Ton Masih Layak
Jaga Populasi Ikan, 5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun
Karhutla Muara Muntai Meluas ke Lahan Perusahaan, Camat Minta Warga Waspada
Tekan Risiko ISPA, Siswa PAUD hingga SMP di Kukar Belajar dari Rumah
Golkar Kaltim Mulai Siapkan Hasanuddin Mas’ud Hadapi Pilbup Kukar