Suasana pelaksanaan Kepyakan Gotong Royong di Kapanewon Paliyan.
Gunungkidul,Sambaranews.com – Tradisi Kepyakan Gotong Royong kembali digelar di Kapanewon Paliyan dengan melibatkan masyarakat dari lima kalurahan, yakni Sodo, Mulusan, Karangduwet, Trowono, dan Giring. Kegiatan yang menjadi bagian dari kearifan lokal tersebut turut dihadiri Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa.
Kehadiran Kapolres bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
AKBP Damus Asa menegaskan bahwa semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga keamanan lingkungan.
“Kekompakan antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kapanewon Paliyan, adalah kunci utama pembangunan wilayah. Semangat gotong royong ini harus terus kita rawat bersama,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Kapolres, nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam tradisi Kepyakan Gotong Royong tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di lima kalurahan yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun wilayahnya. Semangat ini perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.
Kepyakan Gotong Royong merupakan tradisi masyarakat yang mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama antarwarga.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan sosial di wilayah Gunungkidul.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Beseprah Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Tradisi Kutai Sarat Makna Kesetaraan
Festival Batu Bumbun Ke-3, Hidupkan Kembali Tradisi Kutai yang Mulai Terlupakan
Ngelabuh Sajian, Tradisi Turun-Temurun Sebagai Permohonan Izin kepada Alam Gaib Menjelang Festival
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Erau Adat Kutai 2026 Tetap Digelar, Bupati Kukar: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?
Kukar Resmi Miliki Mars dan Himne Karya Sultan Aji Muhammad Arifin, Teguhkan Identitas Adat dan Budaya
Tak Sekadar Tempat Pembinaan, Lapas Kelas IIA Tenggarong Kenalkan SAE untuk Masyarakat Umum
Sespimti Polri Gelar FGD Karhutla di Loa Kulu, Relawan Soroti Keterbatasan Peralatan
PDIP Kaltim Belum Tentukan Calon Pilwali Samarinda, Ananda: Fokus Masyarakat Dulu
11 Unit Pompa Air Disalurkan untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Kukar
11 Poket Diduga Sabu Diamankan dari Seorang Pria di Sangatta Utara