Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kukar, Budy Setiawan,
Tenggarong, Sambaranews.com – Kasus penyakit campak mulai terdeteksi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar segera mengambil langkah antisipatif untuk menekan risiko penyebaran dan mencegah kejadian luar biasa (KLB).
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kukar, Budy Setiawan, mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan, guna memastikan kesiapan penanganan.
“Secara khusus laporan terkait pembangunan ruang isolasi campak memang belum kami terima. Namun kami meyakini setiap fasilitas kesehatan telah menjalankan mitigasi sesuai prosedur,” ujar Budy, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, penanganan kasus campak di Kukar mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan serta arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Dalam waktu dekat, pihaknya juga terus memperbarui data kasus melalui rapat koordinasi lintas sektor.
Sebagai langkah awal pencegahan, Dinkes Kukar memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan, terutama dokter internship yang bertugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan rumah sakit.
“Sebanyak 34 dokter internship sudah terdata dan menjadi prioritas vaksinasi, baik dokter umum maupun dokter gigi,” jelasnya.
Di sisi lain, ketersediaan vaksin disebut dalam kondisi aman. Berdasarkan pengecekan di gudang farmasi daerah, stok vaksin campak tercatat sekitar 5.000 dosis.
“Stok mencukupi. Saat ini fokus kita tenaga kesehatan dulu, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan provinsi,” tambahnya.
Meski belum ada penetapan status siaga darurat, Budy mengakui potensi KLB tetap perlu diantisipasi, terlebih adanya laporan kasus suspek di luar daerah. Untuk itu, Dinkes Kukar telah mengedarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan klinik swasta.
“Kami sudah siapkan langkah mitigasi, mulai dari deteksi dini, penanganan, hingga vaksinasi untuk menekan risiko penyebaran,” tegasnya.
Hingga kini, kondisi di Kukar masih dinyatakan aman. Namun masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kesehatan guna mencegah penularan penyakit campak.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Sespimti Polri Gelar FGD Karhutla di Loa Kulu, Relawan Soroti Keterbatasan Peralatan
11 Unit Pompa Air Disalurkan untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Kukar
Kukar Dapat Anggaran Rp107 Miliar untuk Bangun TPST di Loa Ipuh Darat, Ditargetkan Rampung 2029
Karhutla Muara Badak Tembus 200 Hektare, Pemadaman Terus Diintensifkan
PDAM Tirta Mahakam Pastikan Air Bersih Tenggarong Belum Terdampak Intrusi Air Laut
Beseprah Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Tradisi Kutai Sarat Makna Kesetaraan
PDIP Kaltim Belum Tentukan Calon Pilwali Samarinda, Ananda: Fokus Masyarakat Dulu
11 Poket Diduga Sabu Diamankan dari Seorang Pria di Sangatta Utara