Kantor Gubernur Kalimantan Timur, lokasi aksi pada Selasa (21/4/2026).
Samarinda, Sambaranews.com – Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi masyarakat dan mahasiswa Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa (21/4/2026) berlangsung sejak siang hingga petang. Namun, selama aksi berlangsung, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak terlihat menemui massa.
Ketiadaan gubernur di hadapan demonstran sempat memunculkan anggapan bahwa orang nomor satu di Kaltim tersebut tidak berada di tempat. Massa yang datang untuk menyampaikan aspirasi pun tidak mendapatkan ruang dialog langsung dengan pemerintah provinsi.
Namun, usai aksi berakhir, Rudy Mas’ud justru terlihat keluar dari kantor gubernur sekitar pukul 20.00 WITA. Ia terpantau berjalan menuju rumah jabatan dengan pengawalan ketat, tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media yang telah menunggu.
Sejumlah wartawan sempat mencoba meminta tanggapan singkat terkait aksi yang berlangsung sepanjang hari tersebut.
“Pak, mungkin sedikit saja tanggapan tentang aksi hari ini?” tanya salah satu wartawan.
Namun, pertanyaan itu tidak dijawab. Rudy hanya melambaikan satu tangan sambil tersenyum, lalu melanjutkan langkahnya tanpa berhenti.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, memastikan bahwa gubernur sebenarnya berada di dalam kantor saat aksi berlangsung. Namun, tidak terjadi pertemuan karena tidak ada perwakilan massa yang masuk untuk audiensi.
“Gubernur ada di kantor, tetapi memang tidak ada audiensi karena massa tidak mengajukan perwakilan dalam jumlah kecil,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa aspirasi massa telah disalurkan, baik di Kantor DPRD maupun di Kantor Gubernur, dan seluruh rangkaian aksi berjalan dengan aman.
“Penyampaian aspirasi sudah dilakukan dan diterima oleh pimpinan DPRD. Secara umum, pelaksanaan unjuk rasa berjalan dengan baik dan termonitor,” katanya.
Endar menegaskan bahwa situasi selama aksi tetap kondusif dan terkendali sesuai standar operasional pengamanan.
“Tidak ada korban luka maupun kejadian yang menonjol. Semua berjalan aman dan terkendali,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui ada beberapa peserta aksi yang sempat diamankan oleh petugas dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.
“Ada beberapa yang diamankan, namun masih dalam proses pemeriksaan. Nanti akan dilihat tingkat kesalahannya, apakah cukup dilakukan pembinaan,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menegaskan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi, mengingat unjuk rasa merupakan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Unjuk rasa adalah hak mereka, dan kami hadir untuk melayani serta mengamankan,” tegasnya.
Ia pun berharap jika aksi lanjutan kembali digelar, massa dapat menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih bijak dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.
“Harapan kami, penyampaian aspirasi ke depan dapat dilakukan secara elegan sehingga tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Jurnalis di Kantor Gubernur, Desak Pengusutan Pidana
Dari DPRD ke Kantor Gubernur, Massa Desak Komitmen Nyata Pemprov Kaltim
SOE Reborn: Lebih Tertata, Layanan Publik Hadir hingga Malam
Hari Kartini Diwarnai Aksi, Mahasiswa Soroti Tambang Ilegal hingga Program Gratispol
Komitmen Zero Halinar Ditegaskan, Kalapas Perempuan Tenggarong: Bukan Sekadar Seremonial
Polsek Loa Kulu Amankan Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 10 Jerigen Pertalite Disita
Didemo Seharian, Gubernur Kaltim Tak Temui Massa