Aksi seorang petugas kebersihan yang membuang sampah ke Sungai Mahakam di kawasan Creative Park Tenggarong menjadi sorotan publik.
Tenggarong, Sambaranews.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas kebersihan membuang sampah ke Sungai Mahakam di kawasan Creative Park Tenggarong viral di media sosial. Video yang diunggah akun Info Kukar pada Rabu (29/03/2026) itu menuai beragam reaksi dari warganet.
Dalam video tersebut, terlihat petugas kebersihan menyapu dan mengumpulkan sampah dari area taman, kemudian membuangnya langsung ke sungai. Meski sempat ditegur, tindakan tersebut tetap dilakukan. Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi.
Salah satu warganet dengan akun andragtf turut mengomentari kejadian tersebut. Ia menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pengunjung, pemerintah, hingga petugas kebersihan.
“Seharusnya dari video ini kita harus tingkatkan kesadaran diri masing-masing. Pengunjung harus buang sampah pada tempatnya, pemerintah perlu menambah fasilitas, dan petugas seharusnya membuang sampah ke tempat yang benar, bukan ke sungai,” tulisnya dalam kolom komentar.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyayangkan tindakan tersebut, Jumat (10/04/2026). Ia mengungkapkan petugas yang bersangkutan merupakan seorang lansia berusia 77 tahun yang telah mengabdi sebagai petugas kebersihan selama sekitar 25 tahun.
“Beliau sudah lama menjadi bagian dari pasukan merah putih. Namun tetap kami ingatkan seluruh petugas untuk tidak membuang sampah ke sungai. Ini contoh yang tidak baik dan tidak boleh menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Rendi juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai tanggung jawab bersama, termasuk bagi para petugas kebersihan yang seharusnya menjadi teladan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami mohon maaf atas kelalaian petugas kami. Pada dasarnya, kami melarang keras petugas membuang sampah ke sungai maupun membakar sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas yang bersangkutan telah ditegur oleh pengawas lapangan. Namun, pihaknya juga mempertimbangkan kondisi petugas yang sudah lanjut usia.
Lebih lanjut, Tri Joko menekankan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga masyarakat. Ia mengakui kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih rendah.
“Kita ini bahkan belum lulus pada tahap paling dasar, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Banyak masyarakat yang masih meninggalkan sampah begitu saja di taman dan ruang publik,” ungkapnya.
DLHK Kukar pun mengajak seluruh masyarakat Tenggarong untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta saling mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berterima kasih atas masukan dari masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Sespimti Polri Gelar FGD Karhutla di Loa Kulu, Relawan Soroti Keterbatasan Peralatan
11 Unit Pompa Air Disalurkan untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Kukar
Kukar Dapat Anggaran Rp107 Miliar untuk Bangun TPST di Loa Ipuh Darat, Ditargetkan Rampung 2029
Karhutla Muara Badak Tembus 200 Hektare, Pemadaman Terus Diintensifkan
PDAM Tirta Mahakam Pastikan Air Bersih Tenggarong Belum Terdampak Intrusi Air Laut
Beseprah Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Tradisi Kutai Sarat Makna Kesetaraan
PDIP Kaltim Belum Tentukan Calon Pilwali Samarinda, Ananda: Fokus Masyarakat Dulu
11 Poket Diduga Sabu Diamankan dari Seorang Pria di Sangatta Utara