KUTIM – Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, baru-baru ini menjadi saksi momentum penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat paling bawah. Dalam rangkaian kegiatan yang hampir berdekatan, Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, meresmikan secara langsung dua fasilitas vital: Kantor Desa Muara Dun dan Balai Desa Kelinjau Ilir. Peresmian kedua gedung yang representatif ini disambut gembira oleh masyarakat, karena dianggap sebagai simbol kemajuan signifikan dalam kualitas pelayanan publik.
Bupati Ardiansyah secara eksplisit menegaskan bahwa pembangunan gedung desa yang layak bukanlah sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, melainkan merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Dalam pandangannya, desa adalah ujung tombak pemerintahan daerah, dan kantor desa berfungsi sebagai pusat administrasi, koordinasi, komunikasi, dan yang terpenting, pusat partisipasi publik. Oleh karena itu, kantor yang
representatif diharapkan mampu mendorong pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi seluruh warga.
Salah satu fasilitas yang diresmikan, Balai Desa Kelinjau Ilir, menjadi contoh sukses dari kemandirian desa. Penjabat Kepala Desa Kelinjau Ilir, Fauzul, melaporkan bahwa pembangunan balai tersebut dibiayai menggunakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) dana desa tahun 2024, menelan biaya lebih dari Rp546 juta. Menariknya, proyek ini dikerjakan melalui sistem swakelola partisipatif, yang secara aktif melibatkan warga
desa dalam setiap tahapannya. Bupati Ardiansyah mengapresiasi tinggi model pembangunan ini dan bahkan menyarankan pengembangan lebih lanjut kawasan sekitar balai, termasuk memanfaatkan area rawa di dekatnya sebagai kolam, demi menciptakan kawasan desa yang multifungsi dan asri.
Di sisi lain, Kantor Desa Muara Dun, yang didanai sepenuhnya melalui Alokasi Dana Desa (ADD) 2024, juga Diresmikan dengan harapan serupa. Kepala Desa Muara Dun, Suriansyah, berharap fasilitas baru ini dapat memicu semangat kerja aparatur desa dan memperkuat soliditas pemerintahan desa. Namun, Bupati Ardiansyah memberikan penekanan khusus, mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa. Menurut beliau, kualitas pelayanan publik sesungguhnya bergantung pada kemampuan perangkat desa dalam memahami dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan berdirinya kedua “rumah pelayanan” yang megah ini, Muara Ancalong kini memiliki fondasi yang kokoh untuk
menjalankan roda pemerintahan dan memperkuat rasa memiliki serta gotong royong di antara warganya. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Disdikbud Kutim Tekankan Kebutuhan Intervensi Komprehensif untuk Mengatasi Akar Masalah Anak Tidak Sekolah
Ramai Dikaitkan dengan Pemilihan KONI Kaltim, Syahariah: Itu Tidak Benar
Kadin Kukar Gandeng PT Tunggang Parangan, Bidik Penguatan Ekosistem Bisnis dan PAD Daerah
Disbun Kukar Lakukan Evaluasi Plasma, Ada Perusahaan Belum Merealisasikan Kewajiban
Tunggu SK Gubernur, Pemekaran Wilayah di Kukar Segera Diajukan ke Kemendagri