Kunjungi Lapas Tenggarong, Bupati Kukar ajak masyarakat rangkul kembali warga binaan.
Tenggarong, Sambaranews.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak masyarakat menerima kembali warga binaan yang telah selesai menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tanpa memberikan stigma negatif.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Jumat (22/5/2026).
Dalam kunjungannya, Aulia berdialog langsung dengan sejumlah warga binaan dan mendengarkan pengalaman mereka selama menjalani proses pembinaan di lapas.
Salah seorang warga binaan mengungkapkan perubahan yang dirasakannya setelah mengikuti pembinaan keagamaan di lapas.
“Saya mulai dari tidak bisa ngaji, sampai bisa ngaji. Terima kasih Kalapas dan pemerintah kabupaten (Pemkab),” ucap warga binaan tersebut.
Mendengar pengakuan itu, Aulia mengaku bangga dengan hasil pembinaan yang dilakukan pihak lapas.
“Kami sangat senang mendengar tadi ada warga binaan yang sebelumnya tidak bisa mengaji, kemudian sekarang sudah bisa mengaji. Menurut kami itu merupakan capaian yang sangat luar biasa,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kukar berencana menghadirkan program pembinaan keagamaan melalui program Satu Desa Satu Dai di lingkungan lapas.
“Kami mensupport dai untuk masuk ke lapas ini untuk membantu pembinaan keagamaan. Nanti akan kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan program ini juga dapat kita hadirkan di lapas agar pembinaan keagamaan bisa semakin diperkuat,” jelasnya.
Selain meninjau pembinaan, Aulia juga menyoroti program pemberdayaan warga binaan melalui pengembangan lahan di lingkungan Lapas Tenggarong. Ia meninjau langsung area yang akan dijadikan pusat kegiatan ketahanan pangan dan usaha produktif.
Di lokasi tersebut telah dibangun area kafe dan fasilitas pendukung seperti tempat pencucian kendaraan. Sementara di bagian belakang akan dikembangkan kolam ikan serta pertanian hortikultura seperti kangkung, kacang panjang, dan berbagai jenis sayuran lainnya yang melibatkan warga binaan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang lebih baik.
“Pembinaan yang maksimal akan mengembalikan rasa percaya diri warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Aulia juga mengimbau masyarakat agar tidak bersikap antipati terhadap warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukuman.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak bersikap antipati, tetapi justru dapat menerima kembali saudara-saudara kita yang telah selesai menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kabupaten Kukar juga akan menyalurkan bantuan hewan kurban untuk sejumlah lembaga pemasyarakatan.
“Secara khusus untuk Lapas Tenggarong, Lapas Anak, dan Lapas Perempuan, insyaallah masing-masing akan diberikan satu ekor sapi,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Penjualan Hewan Kurban di Tenggarong Menurun
Pemkab Kukar Serahkan Bus untuk SLBN Tenggarong
HUT ke-46 Sari Jaya Tetap Meriah di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Kolaborasi SMK Parti dan Ponpes Darul Izza di Kukar Ubah Eks Tambang Jadi Lahan Produktif
92 Kg Sabu Disita, Polres Kutim dan BNN RI Bongkar Jaringan Narkoba Nasional
Korupsi Tambang di Kukar, Kejati Kaltim Kembali Selamatkan Rp57,45 Miliar
Rangkul Warga Binaan, Bupati Kukar: Jangan Antipati pada Mereka