Pemkab Kukar menyalurkan bantuan beras dan benih padi kepada petani yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Tenggarong.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan beras dan benih padi kepada petani yang terdampak gagal panen akibat banjir di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Rabu (8/4/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami para petani. Ia menjelaskan, curah hujan tinggi sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026 menyebabkan luapan air sungai yang merendam sebagian besar lahan persawahan dalam waktu lama.
“Akibatnya, sebagian besar tanaman padi tidak dapat dipanen atau mengalami puso. Ini tentu kondisi di luar kendali kita semua,” ujarnya.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi lapangan oleh tim terpadu, dari total luas lahan sawah yang ditanami sekitar 342,25 hektare, sebanyak 148 hektare mengalami gagal panen dan rusak berat. Bencana ini berdampak pada 153 kepala keluarga atau 542 jiwa yang tersebar di RT 01, 04, 06, 07, 08, dan 09.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara 1.084 karung kepada warga terdampak.
“Memang bantuan ini tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, namun kami berharap dapat meringankan beban dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Aulia.
Selain bantuan pangan, Pemkab Kukar juga menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 1.250 kilogram untuk mendukung masa tanam berikutnya. Pemerintah berkomitmen mencari solusi agar kegiatan pertanian dapat kembali berjalan optimal.
“Kami berharap para petani tetap semangat melanjutkan usaha tani. Mereka adalah pahlawan yang berjuang menyediakan pangan bagi masyarakat Kukar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan beras dan rencana bantuan benih padi. Ini sangat dibutuhkan karena petani mengalami gagal panen hingga dua kali, sehingga tidak memiliki stok pangan maupun benih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini masyarakat mulai memasuki masa tanam baru dan sebagian lahan sudah kembali dibuka. Bantuan benih padi diharapkan dapat mempercepat proses penanaman.
“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Rapak Lambur ke depannya,” tutupnya.
Wartawan: kusma
Editor: leeya


Rangkul Warga Binaan, Bupati Kukar: Jangan Antipati pada Mereka
Penjualan Hewan Kurban di Tenggarong Menurun
Pemkab Kukar Serahkan Bus untuk SLBN Tenggarong
HUT ke-46 Sari Jaya Tetap Meriah di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Kolaborasi SMK Parti dan Ponpes Darul Izza di Kukar Ubah Eks Tambang Jadi Lahan Produktif
92 Kg Sabu Disita, Polres Kutim dan BNN RI Bongkar Jaringan Narkoba Nasional