Camat Muara Muntai Mulyadi.
KUTAI KARTANEGARA, SAMBARANEWS.COM, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), masih menjadi perhatian pemerintah setempat. Sejumlah titik kebakaran melanda lahan masyarakat, koperasi, hingga area milik perusahaan.
Camat Muara Muntai Mulyadi mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, area perusahaan menjadi salah satu kawasan dengan luasan kebakaran yang cukup besar. Namun, ia memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
“Sebenarnya kolaborasi saja. Ada lahan masyarakat, ada lahan koperasi, ada lahan dari pihak perusahaan sendiri. Kalau yang luas, sebenarnya lahan perusahaan,” kata Mulyadi saat ditemui di Muara Muntai, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah titik karhutla tercatat berada di Desa Kayu Batu, Desa Muara Leka, Desa Muara Aloh, serta kawasan perkebunan kelapa sawit. Tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Mulyadi menyebut penanganan karhutla dilakukan melalui beberapa tim. Dari unsur Forkopimcam, personel melibatkan kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, pemadam kebakaran, serta masyarakat. Sementara dari pihak perusahaan terdapat tim PT Jaya Mandiri Sukses (JMS) yang turut melakukan pemadaman.
“Tim kita ada beberapa, dari pihak perusahaan sendiri, JMS, kemudian dari Forkopimcam, tim Kapolsek, Danramil, kecamatan, termasuk Damkar yang ada di Kecamatan Muara Muntai,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, hingga saat ini upaya pemadaman terus dilakukan. Sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan, meski pihaknya masih membutuhkan dukungan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Untuk saat ini memang kita masih membutuhkan bantuan. Tapi melihat situasi yang ada saat ini, sudah banyak yang dimatikan apinya,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan. Kondisi cuaca yang panas dan lahan yang kering dinilai meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Mulyadi pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, kebun, maupun sampah secara sembarangan. Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ke lahan kering dan menimbulkan kepulan asap yang mengganggu masyarakat.
“Harapan kita kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan situasi dan kondisi cuaca saat ini. Jangan sampai ada perilaku orang yang tidak bertanggung jawab, misalnya membakar lahan kering. Itu berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama masalah asap,” tuturnya.
Ia meminta pemerintah desa, ketua RT, BPD, lembaga kemasyarakatan, serta masyarakat di 13 desa di Kecamatan Muara Muntai turut melakukan pengawasan lingkungan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran baru.
Mulyadi juga mengingatkan, pembakaran yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan membakar lahan di tengah kondisi cuaca yang panas.
“Jangan sampai nanti dapat dua masalah. Masalah kebakarannya, yang membakar juga mendapat dampak hukum,” tegasnya.
Sementara itu, kepulan asap masih terpantau di sekitar Desa Muara Muntai Ilir sejak siang hingga malam hari. Sejumlah kawasan di sekitar permukiman terlihat diselimuti asap akibat kebakaran lahan.
Meski kondisi udara masih terdampak asap, Mulyadi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat karhutla.
“Untuk sampai hari ini kita belum mendengar ada laporan ISPA. Kami berharap masyarakat saat keluar rumah menggunakan masker supaya terhindar dari ISPA,” pungkasnya. (*)
Wartawan: Kusma


Jaga Populasi Ikan, 5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun
Festival Batu Bumbun Ke-3, Hidupkan Kembali Tradisi Kutai yang Mulai Terlupakan
Jalan Muara Muntai-Tenggarong Longsor, Pemkab Kukar dan PT JMS Buka Jalur Alternatif
Ngelabuh Sajian, Tradisi Turun-Temurun Sebagai Permohonan Izin kepada Alam Gaib Menjelang Festival
Selamatkan Aset Daerah, Pemkab Kukar Gandeng Kejari Kukar
Cegah Masalah Hukum di Kemudian Hari, Kejari Kukar Dampingi Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026
Karhutla Muara Muntai Meluas ke Lahan Perusahaan, Camat Minta Warga Waspada