Festival Batu Bumbun Ke-3
MUARA MUNTAI, SAMBARANEWS.COM, – Festival Batu Bumbun ke-3 di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dibuka pada Rabu (26/8/2026) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pariwisata Kukar yang mewakili Bupati Kukar.
Mengusung tema “Nuju Erau, Tepung Tawar, Lambai Semengat” festival tersebut menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menghidupkan kembali berbagai cerita sejarah serta tradisi budaya masyarakat Kutai yang mulai terlupakan.
Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur, mengatakan Festival Batu Bumbun setiap tahunnya terus dikembangkan dengan mengangkat cerita-cerita dari zaman dahulu yang berkaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat Kutai.
“Festival Batu Bumbun ini sudah memasuki tahun ketiga. Setiap tahun kami mencoba mengangkat cerita-cerita zaman dahulu yang berkaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat Kutai,” ujar Arifadin.
Salah satu rangkaian yang ditampilkan dalam festival tahun ini adalah Tari Klosal. Tarian tersebut disesuaikan dengan cerita awal yang menjadi latar belakang Festival Batu Bumbun.
Selain pertunjukan seni, festival juga menghadirkan sejumlah ritual adat, di antaranya Ngelabuh dan Tepung Tawar. Menurut Arifadin, pelaksanaan ritual tersebut merupakan upaya untuk menghidupkan kembali adat dan tradisi yang mulai jarang dilakukan masyarakat.
“Banyak rangkaian adat yang mulai terlupakan. Melalui Festival Batu Bumbun yang ketiga ini kami mencoba menghidupkannya kembali,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai tradisi tersebut memiliki keterkaitan dengan kisah masyarakat Kutai dan Kesultanan Kutai. Karena itu, festival diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kembali cerita “etam bahari” atau kehidupan masyarakat Kutai pada masa lampau kepada generasi saat ini.
“Kita tidak menutup kemungkinan bahwa kita hidup berdampingan bersama makhluk yang tidak kita liat. Jadi untuk saling menghormati, mari kita naikkan kisah-kisah etam bahari,” jelasnya.
Pada pelaksanaan pertama, Festival Batu Bumbun fokus mengangkat cerita mengenai Batu Bumbun. Memasuki tahun kedua dan ketiga, pemerintah desa bersama masyarakat mulai melakukan berbagai inovasi dengan memadukan sejumlah unsur budaya, adat, dan keagamaan.
Tahun ini, pelaksanaan festival juga bertepatan dengan bulan Maulid sehingga sejumlah kegiatan keagamaan turut dipadukan dalam rangkaian acara.
Arifadin berharap pelaksanaan Festival Batu Bumbun ke depan mendapat dukungan dan kolaborasi yang lebih kuat dari organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar festival tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat desa, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang semakin dikenal di tingkat Kabupaten Kukar.
“Kami berharap ke depan Dinas Kebudayaan dan OPD terkait bisa ikut berperan sehingga kegiatan ini semakin dikenal dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik rencana Festival Batu Bumbun masuk dalam agenda event tahunan Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2027. Jika terealisasi, hal tersebut dinilai dapat memperkuat keberlanjutan festival sekaligus mendukung program pembangunan daerah.
Selain pelestarian budaya, Festival Batu Bumbun dinilai memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Arifadin menyebutkan, terdapat sekitar 46 UMKM yang berminat ikut berjualan dalam rangkaian kegiatan.
“Festival ini menjadi salah satu wadah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM,” katanya.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaan tahun ini, panitia juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan pihak lainnya. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk pendanaan dan bantuan kegiatan.
Selama empat hari pelaksanaan festival, panitia menyiapkan sekitar 600 doorprice paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, terdapat pula hadiah utama berupa paket umrah bagi tiga orang.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, pelaku usaha, serta berbagai pihak, Festival Batu Bumbun diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Muara Muntai Ilir.
Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan kembali tradisi dan budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wartawan: Kusma


Jaga Populasi Ikan, 5.000 Bibit Nila Ditebar di Reservat Batu Bumbun
Karhutla Muara Muntai Meluas ke Lahan Perusahaan, Camat Minta Warga Waspada
Jalan Muara Muntai-Tenggarong Longsor, Pemkab Kukar dan PT JMS Buka Jalur Alternatif
Ngelabuh Sajian, Tradisi Turun-Temurun Sebagai Permohonan Izin kepada Alam Gaib Menjelang Festival
Selamatkan Aset Daerah, Pemkab Kukar Gandeng Kejari Kukar
Cegah Masalah Hukum di Kemudian Hari, Kejari Kukar Dampingi Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026
Festival Batu Bumbun Ke-3, Hidupkan Kembali Tradisi Kutai yang Mulai Terlupakan