Foto Ilustrasi Damkar.

Sambaranews.com | KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kota Bangun memberikan edukasi khusus kepada warga yang masih menggunakan tungku kayu sebagai alat memasak utama. Kepala Pos, Abdi Ratama, mengatakan bahwa tungku kayu berpotensi memicu kebakaran bila tidak diawasi, terutama akibat bara kecil yang keluar dari celah pembakaran. “Bara yang beterbangan itu sering dianggap sepele, padahal bisa memicu api besar,” ujarnya pada Sabtu (13/9/2025).
Abdi menjelaskan bahwa rumah kayu di wilayah hulu Kota Bangun memiliki kerentanan lebih tinggi. Dinding dan lantai kayu yang kering dapat tersulut hanya dari satu bara kecil yang jatuh. Karena itu, ia meminta warga memastikan area sekitar tungku bersih dari kain, kardus, serbuk kayu, atau bahan mudah terbakar lainnya.
Ia juga menyarankan agar warga menjaga api tungku tetap kecil dan terkendali. Kayu sebaiknya dipotong sesuai ukuran tungku agar tidak menjulur keluar dan menimbulkan percikan tambahan. Selain itu, cerobong asap harus dicek rutin agar aliran udara tetap lancar dan tidak membuat pembakaran menjadi terlalu panas.
“Penggunaan tungku bukan masalah, yang penting adalah pengawasan dan penataan yang aman,” kata Abdi. Ia menambahkan bahwa banyak warga bekerja sambil memasak sehingga sering meninggalkan tungku tanpa penjagaan.
Damkarmatan Kota Bangun berharap edukasi ini dapat menjadi pengingat agar penggunaan tungku dilakukan lebih hati-hati, mengingat tingginya risiko kebakaran yang berawal dari dapur tradisional.(ADV Damkarmatan Kukar/Anita R)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
PWI Kukar Bekali Wartawan dengan KEJ dan Public Speaking, Perkuat Profesionalisme Insan Pers
Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Hampir 2 Kg Sabu, Sindikat Pakai Kentang untuk Kelabui Polisi
Lewat “Menjaga Adat”, Petala Borneo Jadikan Panggung IDEF Ajang Promosi Erau Kukar
HMI Kukar Desak Pemkab Perjuangkan Hak Fiskal Daerah ke Pemerintah Pusat