Pertanian padi di desa Ponoragan.

Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Ponoragan di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, tidak goyah menghadapi tantangan bencana alam. Meski sempat dilanda banjir yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada kolam-kolam ikan warga, desa ini tetap fokus pada pengembangan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan telah menjadi andalan desa sejak lama. Sekitar 60 persen dari total luas lahan desa dimanfaatkan untuk budidaya ikan, sementara 30 persen lainnya digunakan untuk tanaman pangan seperti padi. Sisanya dialokasikan untuk hortikultura.
“Kami memang fokus ke perikanan dan pertanian karena itulah potensi utama desa kami,” ujar Sarmin, Jumat (16/5/2025).
Dalam perjalanannya, berbagai kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) telah dibentuk untuk mendukung berbagai program ketahanan pangan. Kelompok-kelompok ini mendapatkan akses terhadap pelatihan teknis, bantuan bibit, hingga dukungan alat dan teknologi pertanian.
Sarmin menyebutkan bahwa keterlibatan perempuan melalui KWT menjadi salah satu pendorong utama dalam memperkuat ekonomi rumah tangga. Mereka tidak hanya aktif dalam budidaya, tetapi juga dalam pengolahan hasil pertanian dan pengembangan usaha kecil menengah.
“Perempuan di sini ikut aktif, mereka andalan juga untuk penguatan ekonomi desa,” tambahnya.
Namun, tantangan nyata muncul ketika curah hujan tinggi menyebabkan banjir dan menghantam sektor perikanan secara langsung. Banyak kolam ikan milik warga rusak parah, sebagian besar indukan mati, dan bibit ikan hanyut terbawa arus.
“Kami ingin ada rekayasa teknis atau kebijakan agar ini tidak terus terulang,” jelas Sarmin, menanggapi bencana yang cukup sering terjadi di wilayahnya.
Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, pemerintah desa menggandeng sejumlah dinas terkait, di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PU, serta Dinas Lingkungan Hidup. Tujuannya adalah merancang solusi jangka panjang yang bisa memperkuat infrastruktur sekaligus menjaga keberlanjutan sektor unggulan desa.
Tak hanya itu, Desa Ponoragan juga menunjukkan komitmennya melalui pengalokasian minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Sarmin berharap, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, program-program ini bisa berjalan efektif dan memberi manfaat luas.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah desa saja, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif. Ponoragan berharap menjadi contoh desa tangguh yang mampu bertahan dan bangkit di tengah tantangan perubahan iklim dan bencana. (Adv/Diskominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Ngaku Gaji dan Tabungan, Pasutri Ini Ternyata Hidup Mewah dari Dolar Majikan
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026