Camat Muara Kaman, Berliang (Ist)

Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong pemanfaatan kekayaan sumber daya alam dan budaya lokal sebagai fondasi dalam membangun perekonomian masyarakat. Komitmen ini ditegaskan oleh Camat Muara Kaman, Berliang, yang menyebut bahwa sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, serta pariwisata sejarah memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi wilayah.
Menurut Berliang, posisi geografis Muara Kaman yang berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam merupakan modal besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sebagai jalur distribusi dan pengembangan usaha produktif.
“Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan infrastruktur, potensi tradisional seperti pertanian dan perikanan bisa menjadi pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata Berliang dalam wawancara via telepon, Kamis (8/5/2025).
Namun, ia tak menampik bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah belum optimalnya pengembangan sektor pariwisata sejarah. Padahal, Muara Kaman merupakan salah satu kawasan bersejarah yang menyimpan jejak masa kejayaan Kerajaan Kutai, termasuk sejumlah situs dan peninggalan budaya bernilai tinggi.
“Kami memiliki situs-situs bersejarah, termasuk prasasti peninggalan masa lampau. Sayangnya, potensi ini belum dikembangkan secara optimal sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.
Berliang mengakui bahwa pengembangan sektor pariwisata belum maksimal selama tiga tahun masa jabatannya. Menurutnya, kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memperlambat upaya pembangunan.
“Curah hujan yang tinggi sering menyebabkan banjir, terutama di wilayah pinggir sungai. Ini jadi tantangan besar karena merusak infrastruktur yang baru dibangun,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah setempat tetap melanjutkan upaya perbaikan. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengaspal dan menyemen sejumlah ruas jalan serta membangun jalan baru sepanjang lebih dari satu kilometer di Muara Kaman.
“Kami tidak akan berhenti. Langkah-langkah konkret terus kami lakukan untuk mendorong perkembangan wilayah, terutama dalam membuka akses dan konektivitas antar desa,” imbuhnya.
Berliang juga menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat harus menjadi kunci dari setiap kebijakan pembangunan yang diterapkan di Muara Kaman. Menurutnya, pengelolaan potensi lokal harus melibatkan partisipasi aktif warga agar hasil pembangunan bisa dinikmati secara adil dan berkelanjutan.
“Kita ingin pembangunan bukan hanya terlihat dari infrastruktur, tapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan warga. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap ke depan, perhatian terhadap sektor pariwisata sejarah akan semakin besar, baik dari pemerintah daerah maupun investor. Sebab dengan pengelolaan yang serius, sektor ini berpotensi besar menjadi sumber pemasukan baru bagi warga dan mendukung identitas budaya lokal.
“Muara Kaman memiliki cerita, memiliki sejarah. Tinggal bagaimana kita menatanya agar bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang,” pungkasnya. (ADV Diskominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Ngaku Gaji dan Tabungan, Pasutri Ini Ternyata Hidup Mewah dari Dolar Majikan
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026