Sambaranews, Kubar – Pada hari Senin (07/08/2023) pagi, Polres Kutai Barat mengadakan konferensi pers mengenai tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur di depan ruang Unit Jatanras, Mapolres Kubar setempat.
Wakapolres, KOMPOL I Gde Dharma Suyasa, S.H., bersama dengan Kasat Reskrim, AKP Asriadi, S.H., dan Kanit Satreskrim, menjelaskan bahwa kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi pada dua waktu yang berbeda. Pertama, pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023 sekitar pukul 12.00 WITA, dan kedua, pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2023 sekitar pukul 14.00 WITA. Kejadian ini terjadi di rumah (L) yang berlokasi di Mess PT. CPP (Citra Palma Pertiwi) 2, wilayah kampung Lendian, Kecamatan Silug Ngurai, Kabupaten Kutai Barat.
“Dalam kasus Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut, kita telah menetapkan seorang tersangka berinisial S (43),” ucap Wakapolres Kubar.
Lanjutnya, Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, kejadian itu berawal saat korban, seorang anak perempuan dibawah umur bertemu dengan tersangka (S) di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Diketahui sebanyak 4 korban yang merupakan dibawah umur jadi korban pencabulan.
Saat menangkap tersangka, petugas pun berhasil mengamankan (Satu) lembar baju drees warna Hijau bermotif bulat bulat warna putih, 1 ( Satu ) lembar baju kaos wama Pink dibagian depan bergambar 2 orang putri bertuliskan ELSA dan ANNA., 1 ( Satu ) lembar celana pendek warna Hijau muda motif Hitam bulat bulat, 1 (Satu ) lembar baju terusan warna Pink , dan 1 ( Satu ) lembar baju daster warna Putih bergaris kuning bertuliskan RILAKKUMA.
“Motifnya Setelah tersangka pulang dari malaysia sebagai TKI, kemaluan tersangka tidak bisa hidup lagi ( karena pernah terjatuh pada saat bekerja ), akibat kemaluan tersangka yang tidak bisa hidup lagi, mengakibatkan istri tersangka minta cerai, setelah bercerai tersangka merantau ke Kalimantan dan menjadi karyawan di PT. CPP 2, tersangka baru bekerja sekira 2 bulan.” Ucap Kasat Reskrim Polres Kubar.
“Selama bekerja di PT. CPP 2 tersangka dekat dengan anak anak di bawah umur dan timbul rasa senang dan nafsu terhadap anak-anak ,sehingga timbul niat tersangka untuk melakukan perbuatan tidak senonoh kepada anak anak tersebut.” Lanjut Kasat Reskrim.
Modus operandi dari perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka yaitu tersangka berpura-pura dekat dengan anak-anak di mess PT. CPP 2 dan setelah dekat dengan anak-anak tersangka melakukan niatnya yaitu berbuat cabul, dengan berpura pura mengangkat atau mengendong korban dan tersangka ada juga menjanjikan kepada korban.
Lebih lanjut, perbuatan para tersangka dijerat dengan sangkaan pasal yang tidak main-main alias diancam hukuman berat.
“Tersangka akan dikenakan Pasal 81 dan Pasal 82 tentang undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 (lima) tahun dan maksimal 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak 5 miliar rupiah,” jelasnya. *
sumber: Polda Kaltim


Polres Kukar Ungkap Peredaran Sabu di Muara Jawa, Tiga Tersangka Diamankan
Penginapan di Tenggarong Jadi Lokasi Transaksi Sabu, Satresnarkoba Polres Kukar Lakukan Penggerebekan
Polsek Loa Kulu Bongkar Peredaran Ganja, Lima Orang Diamankan Termasuk WNA
DPRD Kukar Kawal Kasus Pencabulan di Ponpes, Siapkan RDP Lanjutan dan Pendampingan Korban
Polsek Sebulu Ungkap Kasus Narkotika, Mahasiswa 21 Tahun Ditangkap di Pondok Kandang Ayam
Usai Sidang Vonis Pencabulan di PN Tenggarong, Sempat Terjadi Kejar-kejaran Keluarga Korban dengan Saksi Terdakwa
Program Polantas Menyapa Permudah Layanan SIM dan STNK di Polres Kukar
Suparman Resmi Dilantik Jadi Kalapas Tanjungpinang, Tinggalkan Sejumlah Inovasi di Lapas Tenggarong
Bajaj Masuk Tenggarong, Pemkab Kukar: Operasional Tunggu Izin
Carut Marut Tangga Arung Square, Wabup Usulkan Revisi Perda Bersama DPRD