
Penggerebekan Bandar Sabu di Sanga-Sanga. *(*)
Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang bandar sabu berinisial R (39) yang beroperasi di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kediaman tersangka. R diketahui mendapatkan suplai narkotika dari seorang bandar di Jalan Pesut, Kota Samarinda.
Tersangka yang telah menjalankan bisnis haram ini selama kurang lebih satu tahun diringkus oleh tim gabungan dari Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Sanga-Sanga pada Sabtu (15/2/2025) sekitar pukul 23.45 WITA. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sanga-Sanga, AKP Muhamad Zulhijah, setelah dilakukan penyelidikan intensif di lapangan.
Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra, melalui Kapolsek Sanga-Sanga AKP Muhamad Zulhijah, mengungkapkan bahwa saat dilakukan penggerebekan, tersangka tidak dapat mengelak karena barang bukti ditemukan di berbagai sudut rumahnya. Petugas mendapati 15 paket sabu dengan berat kotor 6,33 gram dan berat bersih 0,78 gram yang disembunyikan di beberapa tempat di dalam rumah tersangka.
“Anggota kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa rumah tersangka sering dijadikan tempat transaksi narkotika. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti,” ujar AKP Muhamad Zulhijah pada Selasa (18/2/2025).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas yang didampingi oleh Ketua RT 01, Sujari, dan Ketua LPM Sarijaya, A. Samsul Alam, menemukan tiga paket sabu yang disimpan di dalam saku jaket kuning bertuliskan “Gucci” milik tersangka. Sementara itu, 12 paket lainnya ditemukan tersembunyi di bawah karpet dapur rumahnya.
Selain barang bukti berupa sabu, petugas juga menyita sebuah buku catatan hasil penjualan dan uang tunai sebesar Rp150.000 yang diduga berasal dari transaksi narkoba. Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mendapatkan pasokan sabu dari sebuah loket di Jalan Pesut, Kota Samarinda, pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 09.30 WITA.
“Tersangka membeli sabu sebanyak 18 paket dengan harga Rp100.000 per paket. Dua paket sudah digunakan sendiri, sementara satu paket diracik ulang menjadi dua paket kecil sebelum dijual,” jelas Kapolsek Sanga-Sanga.
Dari total 18 paket yang dibeli, tersangka telah menjual beberapa paket dan masih menyimpan 15 paket yang rencananya akan dijual kembali dengan harga Rp150.000 per paket. Jika seluruh paket terjual, ia diperkirakan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp50.000 per paket.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi juga akan terus mengembangkan kasus ini untuk memastikan apakah tersangka bekerja sendiri atau menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar.
“Kami akan mendalami lebih lanjut kasus ini dan mencari tahu apakah tersangka memiliki keterkaitan dengan jaringan pengedar narkoba yang lebih luas,” tambah AKP Muhamad Zulhijah.
Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Sanga-Sanga untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar terus waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika demi menjaga keamanan lingkungan. (ari/nr)