Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kukar, Kamis (10/9/2026). PDAM Tirta Mahakam memastikan pelayanan air bersih di Tenggarong masih aman meski intrusi air laut mulai bergerak ke arah hulu.
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Pelayanan air bersih di Tenggarong dan sekitarnya masih berjalan aman meski intrusi air laut mulai bergerak ke arah hulu Sungai Mahakam.
Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar), Suparno, memastikan intrusi air laut yang saat ini terpantau hingga Gunung Lipan belum mencapai wilayah Loa Janan maupun Tenggarong.
“Kalau Tenggarong alhamdulillah sampai hari ini belum sampai Loa Janan. Untuk hulu, intrusi air laut baru sampai Gunung Lipan,” ujar Suparno, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, kondisi air di Loa Janan juga masih dalam batas aman. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kadar garam di wilayah tersebut masih sekitar 38 parts per million (ppm).
Dengan kondisi tersebut, Suparno memastikan kualitas air di wilayah Loa Janan hingga Tenggarong masih aman untuk pelayanan air bersih.
“Kalau sampai Loa Janan masih 38 ppm. Jadi kalau untuk di Tenggarong, Loa Janan ke atas masih aman,” katanya.
Menurut Suparno, intrusi air laut juga belum berdampak terhadap wilayah Loa Kulu. Dengan demikian, wilayah Tenggarong dinilai masih cukup jauh dari titik terdampak.
“Orang Loa Kulu saja belum, Loa Janan saja belum. Tenggarong sangat jauh masih,” jelasnya.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, PDAM Kukar terus memantau kondisi sumber air baku, terutama di tengah musim kemarau dan pergerakan intrusi air laut.
Suparno optimistis pelayanan air bersih di Tenggarong masih dapat berlangsung normal selama sumber air baku atau intake belum mengalami kekeringan.
“Insyaallah, selama intake-nya masih belum kering, insyaallah masih aman. Upaya-upaya kita masih bisa memberikan pelayanan seperti biasanya,” tuturnya.
Ia menambahkan, PDAM Kukar juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila intrusi air laut nantinya mengganggu pasokan air bersih di wilayah lain, khususnya Samarinda.
PDAM Kukar memiliki nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PDAM Samarinda untuk saling membantu apabila terjadi kekurangan air bersih.
“Pada dasarnya kami sudah ada MoU dengan Samarinda. Kalau memang kekurangan, kami siap mengoperasikan PDAM Loa Janan untuk bisa diambil warga Samarinda, seperti tahun 1998 yang lalu,” terangnya.
Kerja sama tersebut berlaku secara timbal balik. Jika kemarau atau intrusi air laut mengganggu pelayanan di wilayah Anggana, PDAM Kukar dapat mengambil air dari PDAM Samarinda untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Sementara itu, Suparno berharap hujan segera turun di kawasan hulu Sungai Mahakam. Menurutnya, tambahan debit dari hulu dapat memperkuat aliran sungai sehingga membantu menahan pergerakan intrusi air laut.
Wartawan: Kusma


Korpri Kukar Didorong Jadi Wadah Aspirasi dan Keluhan ASN
FORKOP Kaltim Datangi Kejati, Minta Penanganan Dugaan Korupsi CV ABI dan Ekraf Kukar
Pengadilan Tinggi, Kejati, dan Ditjenpas Kaltim Sepakati Kerja Sama Sidang Elektronik
Dishub Kukar Salurkan Satu Unit Bus Sekolah Untuk Kecamatan Sangasanga
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bupati Kukar Mengajak Generasi Muda Aktif Dalam Bangun Daerah
Siswi SD Tewas Terlindas Truk Tangki di Samarinda, Sang Ibu Alami Luka-luka