Kesenian tradisional dari paguyuban Loa Kulu menjadi kejutan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Kutai Kartanegara, Rabu (1/7/2026).
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Dentuman tabuhan reog, iringan musik tradisional, dan deretan penari yang memenuhi halaman Mapolres Kutai Kartanegara (Kukar) mengubah suasana khidmat peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penuh semarak, Rabu (1/7/2026).
Sebanyak 18 paguyuban seni budaya dari berbagai desa di Kecamatan Loa Kulu kompak hadir membawa tumpeng, buket bunga, hingga menampilkan beragam kesenian tradisional sebagai bentuk penghormatan kepada Polri. Kehadiran mereka bahkan tidak tercantum dalam susunan acara sehingga menjadi momen yang benar-benar di luar dugaan.
Di tengah kemeriahan, sorak tepuk tangan pecah ketika Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, dan Ketua DPRD Kukar diajak naik ke atas dadak merak Reog Ponorogo. Ketiganya tampak tersenyum menikmati atraksi yang menjadi puncak penampilan para seniman.
Inisiatif tersebut digagas oleh Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, bersama paguyuban seni budaya binaannya sebagai bentuk apresiasi kepada Polri sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
AKP Hari menjelaskan, sejak dipercaya menjadi pembina paguyuban seni budaya se-Kecamatan Loa Kulu pada 11 Februari 2026, pihaknya aktif melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok kesenian yang ada di wilayah tersebut.
“Saat ini ada 45 paguyuban seni budaya di Kecamatan Loa Kulu. Dari jumlah itu, 18 paguyuban sudah aktif, sedangkan sisanya masih kami data, kami jalin komunikasi, dan kami bina agar bisa aktif kembali,” ujarnya.
AKP Hari Supranoto menyampaikan, seluruh penampilan pada Hari Bhayangkara ke-80 murni merupakan keinginan para pelaku seni yang kemudian diarahkan menjadi sebuah aksi kejutan.
“Kegiatan tadi benar-benar merupakan inisiatif paguyuban-paguyuban seni yang kami arahkan agar bisa memberikan kejutan pada momen Hari Bhayangkara. Bapak Kapolres sama sekali tidak mengetahui rencana ini karena memang tidak masuk dalam rundown acara, jadi benar-benar menjadi surprise,” katanya.
Sebanyak 18 paguyuban yang tampil berasal dari berbagai desa di Kecamatan Loa Kulu, di antaranya Jonggon C, Jonggon D, Jonggon Jaya, Jonggon A (Margahayu), Tirto Arum, Bangunsari, Sumbersari, Loa Kulu, Jawa Baru, Loh Sumber, Ponoragan, hingga Loh Gagak.
“Semuanya berasal dari Loa Kulu yang telah membulatkan tekad untuk bersatu dalam satu wadah Paguyuban Seni Budaya se-Kecamatan Loa Kulu,” tambah Hari.
Sementara itu, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan semeriah itu. Ia mengapresiasi kreativitas sekaligus perhatian yang diberikan para pelaku seni budaya kepada institusi Polri.
“Ya, sangat luar biasa. Saya cukup terkejut juga. Tadi sempat naik reog bersama Pak Bupati dan Ketua DPRD. Saya benar-benar tidak tahu kalau akan ada penampilan reog, jadi ini betul-betul menjadi surprise bagi kami,” ujarnya.
Menurut Khairul, kehadiran para seniman menjadi bukti eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat. Ia berharap dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi jajarannya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya masyarakat melalui kesenian reog dan penampilan budaya lainnya membawa keberkahan bagi kami. Semoga ini juga menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Dalami Temuan Honor Rp9,5 Miliar, Kejari Kukar: Pengembalian Kerugian Negara Tak Hapus Pidana
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Polres Kukar Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Satpol PP Kukar Soroti Keterlibatan Anak dalam Aktivitas Badut Jalanan
Rendi Solihin Sebut Rita Widyasari dan Syaukani Sebagai Role Model Politik
Serahkan SK PAC 20 Kecamatan, Rendi Solihin Ajak Kader Utamakan Politik Kejujuran
Genta Aksara Jadi Ruang Aman Anak Muda Menyuarakan Resah Lewat Seni
Kejutan 18 Paguyuban Seni Loa Kulu Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80