Jusuf Hamka saat melakukan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Selasa (3/11/2026).
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jusuf Hamka, menyatakan siap menyampaikan aspirasi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait pelestarian adat dan budaya serta pemerataan manfaat pertambangan bagi kesultanan.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Hamka saat melakukan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Selasa (3/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sekaligus mendengarkan petuah dan aspirasi dari pihak kesultanan.
Jusuf Hamka mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan adab sebagai putra Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, sebagai putra daerah, sudah sepatutnya dirinya tetap menjaga hubungan dengan para tokoh adat dan Kesultanan.
Ia mengaku memiliki keterikatan dengan sejumlah wilayah di Kaltim, termasuk Kecamatan Damai di Kota Samarinda, Long Iram dan Tering di Kabupaten Kutai Barat.
“Sebagai orang Kalimantan Timur, kita juga harus tahu yang tadi Pangeran bilang, bukan hanya adat tapi ada adab,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Hamka mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Kesultanan Kutai yang dinilai belum memperoleh manfaat dari aktivitas pertambangan di wilayahnya.
Ia menuturkan, dirinya sempat menanyakan kepada Sultan Kutai dan Pangeran mengenai keterlibatan kesultanan dalam aktivitas pertambangan yang selama ini berlangsung di sepanjang Sungai Mahakam.
“Setiap hari kami lihat ribuan tongkang di Sungai Mahakam. Lalu kami tanyakan kepada Pangeran dan Sultan, apakah Kesultanan ada tambang atau apa? Tidak. Beliau menjawab, ‘Kami hanya jadi penonton’,” ungkapnya.
Menurut Jusuf Hamka, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kesultanan Kutai memiliki sejarah panjang, termasuk dalam proses bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut, Sultan telah menitipkan pesan agar aspirasi tersebut disampaikan dan dikomunikasikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh sebab itu, beliau berpesan kepada saya, ‘Tolong sampaikan, komunikasikan kepada Bapak Presiden’,” katanya.
Jusuf Hamka berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada kesultanan, terutama dalam hal pemerataan manfaat sumber daya alam.
Ia menilai, kesultanan seharusnya tidak hanya berperan sebagai pelestari adat dan budaya, tetapi juga dapat memperoleh manfaat dari potensi ekonomi di daerahnya.
“Kalau ada pertambangan-pertambangan, lebih perhatikanlah kesultanan-kesultanan itu juga. Jangan jadi penonton saja, tetapi juga bisa ikut menerima manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga menilai, putra-putri daerah perlu mendapatkan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengelolaan potensi sumber daya alam di Kalimantan Timur.

Jusuf Hamka menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Noto Negoro atau menyampaikan apresiasi atas kunjungan Jusuf Hamka ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan bagi kesultanan, terlebih Jusuf Hamka merupakan tokoh asal Kaltim yang telah sukses berkiprah di tingkat nasional.
“Terima kasih atas kunjungannya hari ini. Mudah-mudahan Bapak bisa memperjuangkan hak-hak yang ada di Kaltim, menjaga keberlangsungan lingkungan, apalagi Kutai Kartanegara ini yang dulu wilayahnya delapan kabupaten kota itu adalah wilayah Kesultanan,” ujarnya.
Heriansyah juga menyampaikan harapan agar Jusuf Hamka dapat membantu menyuarakan aspirasi terkait pelestarian adat dan budaya Kesultanan Nusantara.
Ia menjelaskan, pihak kesultanan berharap adanya regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP) yang memberikan pengakuan dan hak kepada kesultanan sebagai pelestari adat dan budaya.
“Harapannya, melalui beliau itu bisa disampaikan bagaimana ada Perpres atau PP yang memberikan hak kepada Kesultanan Nusantara sebagai pelestari adat dan budaya. Sehingga ini juga menjadi pemersatu dan memperkokoh kita,” tutupnya.
Wartawan: Kusma


Pastikan Proyek Infrastruktur Berjalan, Rudy Mas’ud Sisir Jalan Pesisir Kukar-Bontang
Lepas 2.503 Kontingen, Bupati Kukar Targetkan Juara Umum di Lima Ajang Olahraga Kaltim
Dispora Kukar Siapkan SIPAKAR, Perolehan Medali Atlet Bisa Dipantau Secara Online
Jumat Berkah di Samarinda, Jurnalis Ojol dan Satlantas Bagikan 150 Nasi Bungkus
Korpri Kukar Didorong Jadi Wadah Aspirasi dan Keluhan ASN
FORKOP Kaltim Datangi Kejati, Minta Penanganan Dugaan Korupsi CV ABI dan Ekraf Kukar
Ribuan Tongkang Melintasi Mahakam, Wantimpres Jusuf Hamka Soroti Kesultanan Kutai yang Hanya Jadi Penonton