Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (29/6/2026).
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyebut mantan Bupati Kukar Rita Widyasari dan almarhum Syaukani Hasan Rais sebagai sosok yang menjadi role model dalam perjalanan politiknya.
Menurut Rendi, konsep politik kejujuran yang pernah disampaikan Rita menjadi salah satu nilai yang menginspirasinya dalam berpolitik.
Hal itu disampaikannya saat menanggapi kedekatannya dengan mantan Bupati Kukar dua periode tersebut. Rendi mengungkapkan hubungan komunikasi di antara keduanya telah terjalin sejak lama, bahkan tetap terjaga ketika Rita menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Oh, saya dari dulu dekat dengan beliau. Sempat berhubungan juga sewaktu beliau di lapas, sering chat-an juga sampai sekarang,” katanya, Senin (29/6/2026).
Rendi mengaku tidak pernah menutupi kekagumannya terhadap Rita Widyasari maupun almarhum Syaukani Hasan Rais. Menurutnya, kedua tokoh tersebut menjadi panutan dalam perjalanan politiknya.
“Saya tidak pernah menutupi. Beliau adalah role model saya untuk dunia politik. Politik yang saya pahami tercipta dari politik Ibu Rita dan Pak Syaukani,” ujarnya.
Ia mengatakan nilai politik kejujuran yang diajarkan Rita masih menjadi pegangan hingga saat ini.
“Politik kejujuran yang disampaikan kepada saya, itu yang hari ini kami gaungkan. Sebenarnya lahir dari keteladanan yang ditunjukkan oleh Ibu Rita dan Pak Syaukani. Kejujuran yang mereka tampilkan pada akhirnya mendapatkan tempat di hati masyarakat,” ujarnya.
Rendi juga menyoroti antusiasme masyarakat Kutai Kartanegara saat menyambut kedatangan Rita Widyasari. Menurutnya, sambutan tersebut muncul secara alami tanpa adanya paksaan maupun mobilisasi massa.
“Kejujuran yang ditampilkan akhirnya mendapat sambutan masyarakat. Kita lihat bagaimana masyarakat Kukar menyambut beliau. Tidak dipaksa. Kami tidak dipaksa, kalian juga tidak dipaksa datang menyambut Ibu Rita. Karena politik kejujuran yang disampaikan oleh beliau,” tambahnya.
Meski demikian, Rendi menegaskan dirinya memilih mengambil sisi positif dari sosok Rita Widyasari. Sementara berbagai persoalan hukum yang pernah menjerat mantan bupati tersebut, menurutnya, menjadi pembelajaran bersama.
“Di tengah isu ataupun hal-hal yang terjadi sama beliau belakangan ini, itu bukan urusan kita. Positifnya saya ambil, negatifnya mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bersama sehingga kita betul-betul bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rendi juga menyambut baik apabila Rita Widyasari memiliki keinginan untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata di Kutai Kartanegara, termasuk melalui investasi di kawasan Pulau Kumala.
“Kalau memang Ibu Rita nantinya ingin berinvestasi di Pulau Kumala, tentu kami menyambut baik. Mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk ikut membangun dan menambah daya tarik kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurut Rendi, Pulau Kumala memiliki nilai historis karena merupakan salah satu cita-cita pembangunan yang pernah digagas almarhum Syaukani Hasan Rais semasa memimpin Kutai Kartanegara.
Saat ditanya mengenai kemungkinan Rita Widyasari bergabung dengan PDI Perjuangan, Rendi memberikan jawaban singkat.
“Kalau beliau mau, kenapa tidak?” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Kejutan 18 Paguyuban Seni Loa Kulu Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Dalami Temuan Honor Rp9,5 Miliar, Kejari Kukar: Pengembalian Kerugian Negara Tak Hapus Pidana
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Polres Kukar Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Satpol PP Kukar Soroti Keterlibatan Anak dalam Aktivitas Badut Jalanan
Serahkan SK PAC 20 Kecamatan, Rendi Solihin Ajak Kader Utamakan Politik Kejujuran
Genta Aksara Jadi Ruang Aman Anak Muda Menyuarakan Resah Lewat Seni