Consultant Palm Oil Solidaridad Indonesia, Wilistra Danny.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan (KSB) 2025–2029 sebagai langkah memperkuat kontribusi sektor perkebunan sawit terhadap upaya penurunan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong praktik perkebunan berkelanjutan.
Penyusunan dokumen tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026). Forum tersebut menjadi tahap awal pembentukan Tim Formatur yang nantinya bertugas merumuskan dokumen RAD KSB sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan di tingkat daerah.
Consultant Palm Oil Solidaridad Indonesia, Wilistra Danny, mengatakan sektor kelapa sawit memiliki posisi strategis dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim.
Menurutnya, aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca menjadi penyebab utama meningkatnya suhu bumi sehingga diperlukan langkah konkret dari berbagai sektor, termasuk perkebunan.
“Bagaimana sawit ini bisa ikut melakukan aksi mitigasi gas rumah kaca. Karena emisi yang terus terakumulasi di atmosfer akan menyebabkan kenaikan temperatur bumi dan menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia maupun ekosistem,” ujarnya.
Wilistra menjelaskan, komitmen global melalui Kesepakatan Paris (Paris Agreement) menetapkan target agar kenaikan suhu bumi tidak melebihi 2 derajat Celsius dibandingkan masa praindustri, bahkan diupayakan tetap berada di bawah 1,5 derajat Celsius.
Untuk mencapai target tersebut, kata dia, terdapat dua pendekatan utama yang harus dijalankan, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Mitigasi dilakukan dengan menahan emisi agar tidak terus bertambah atau menarik kembali karbon yang sudah berada di atmosfer melalui carbon removal. Sementara adaptasi lebih kepada bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim yang sudah terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meningkatnya suhu udara yang kini semakin dirasakan masyarakat merupakan salah satu dampak nyata perubahan iklim yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia.
“Perubahan iklim ini bukan hanya terjadi di Kukar, tetapi di seluruh dunia. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan dampaknya agar kenaikan temperatur bumi tidak melampaui batas yang telah disepakati,” katanya.
Wilistra juga menjelaskan bahwa Solidaridad merupakan organisasi masyarakat sipil internasional yang telah berpengalaman lebih dari 55 tahun mendampingi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan ekonomi yang inklusif, termasuk di sektor kelapa sawit.
Menurutnya, organisasi tersebut terus mendorong terciptanya mata pencaharian yang berkelanjutan melalui praktik produksi yang seimbang.
Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan karbon bukan terletak pada regulasi, melainkan pada penerapan teknis di lapangan. Karena itu, penyusunan aturan operasional melalui RAD KSB menjadi langkah penting agar berbagai kebijakan nasional dapat diterapkan secara efektif hingga ke tingkat daerah dan pelaku usaha.
Sementara itu, Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menegaskan pentingnya inventarisasi emisi di sektor perkebunan dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, pendataan tidak hanya mencakup emisi langsung dari aktivitas usaha (Cakupan 1), tetapi juga emisi yang berasal dari penggunaan energi (Cakupan 2) serta rantai pasok (Cakupan 3).
“Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, data mitigasi dari sektor perkebunan nantinya akan terintegrasi dalam sistem registri ganda. Aksi penurunan emisi dicatat melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Selain itu, kepemilikan dan transaksi unit karbon fisik akan dicatat melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui penyusunan RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2025–2029, Kukar diharapkan memiliki arah kebijakan yang lebih terukur dalam mendukung target penurunan emisi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat di daerah.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Genta Aksara Jadi Ruang Aman Anak Muda Menyuarakan Resah Lewat Seni
Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Lanjutkan Kepemimpinan Golkar Bontang Periode 2025–2030
Berkas Lolos Verifikasi, Andi Faizal Jadi Calon Tunggal di Musda VIII Golkar Bontang
Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Ajak Warga Jalan Santai Pererat Kebersamaan
Disbun Kukar Gandeng Solidaridad Susun Strategi Perkebunan Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim
Ali Ridho Nahkodai PSI Bontang, Kejar Target Bentuk Pengurus Kelurahan dalam 30 Hari