Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Tenggarong James Marpaung menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025.
Tenggarong, Sambaranews.com – SMP Negeri 6 Tenggarong terus mendorong pengelolaan dan daur ulang sampah melalui program Sekolah Adiwiyata sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sarana pendidikan bagi para siswa.
Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya sekolah dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan kegiatan belajar mengajar. Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, James Marpaung, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa sejak dini.
“Puji syukur, sekolah kami telah meraih predikat Adiwiyata tingkat kabupaten dan tingkat provinsi pada tahun 2025. Salah satu aspek penilaian dalam program Adiwiyata adalah terkait kebersihan serta pengelolaan sampah, sehingga hal ini sangat kami tekankan di lingkungan sekolah,” ujarnya Kamis (12/3/2026).
Menurut James, melalui program tersebut para siswa diajarkan untuk membiasakan perilaku peduli lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya serta memahami cara mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Ia menjelaskan bahwa berbagai jenis sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna, sehingga tidak hanya dibuang dan berpotensi mencemari lingkungan.
“Kita juga mengetahui bahwa beberapa jenis sampah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, seperti plastik dan kaca yang bisa memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Karena itu, kegiatan daur ulang ini sangat penting,” jelasnya.
Selain melalui program Adiwiyata, kegiatan daur ulang juga diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Salah satunya melalui mata pelajaran prakarya yang memungkinkan siswa membuat berbagai kerajinan dari bahan bekas.
Di samping itu, kegiatan tersebut juga dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti kerajinan tangan.
James menambahkan bahwa pihak sekolah juga telah mulai menampilkan hasil karya para siswa melalui kegiatan pameran sehingga kreativitas mereka dapat terus berkembang.
Berbagai bahan bekas seperti plastik, kertas, daun, hingga batang tanaman dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Ia berharap gerakan pengelolaan dan daur ulang sampah ini dapat terus disosialisasikan dan ditingkatkan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
“Jika sampah dapat dikelola dengan baik, maka lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis bagi kehidupan manusia dapat terwujud,” tutupnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Genta Aksara Jadi Ruang Aman Anak Muda Menyuarakan Resah Lewat Seni
Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Lanjutkan Kepemimpinan Golkar Bontang Periode 2025–2030
Berkas Lolos Verifikasi, Andi Faizal Jadi Calon Tunggal di Musda VIII Golkar Bontang
Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Loa Kulu Ajak Warga Jalan Santai Pererat Kebersamaan
Kukar Susun RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan 2025–2029, Perkuat Kontribusi Penurunan Emisi Karbon
Disbun Kukar Gandeng Solidaridad Susun Strategi Perkebunan Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim