
Dua Tersangka Berinisial YL (23) dan AH (23) beserta Barang Bukti. *
Sambaranews.com, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Samarinda berhasil mengungkap kasus peredaran ganja di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang. Dalam operasi yang berlangsung pada Selasa (11/2/2025) malam, dua pria berinisial YL (23) dan AH (23) berhasil diamankan di Jl. Jakarta 2, Kelurahan Loa Bakung.
Menurut Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda, AKP R. Sihombing, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai lokasi tersebut sering digunakan sebagai tempat transaksi narkotika.
Tim Sat Resnarkoba kemudian melakukan observasi dan pengintaian selama beberapa jam, sebelum akhirnya melihat dua pria mengendarai sepeda motor putih berhenti di lokasi yang diduga sebagai titik transaksi.
Saat hendak dilakukan penggeledahan, salah satu tersangka berusaha membuang satu bungkus ganja ke selokan, namun petugas dengan sigap berhasil mengamankan barang bukti tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan ganja seberat 13,73 gram bruto.
Selain ganja, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:
– Plastik kresek hitam yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika
– Dua unit ponsel yang kemungkinan digunakan untuk komunikasi transaksi
– Satu unit sepeda motor yang digunakan dalam operasional distribusi
Saat ini, kedua tersangka telah dibawa ke Polresta Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ujar Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda, AKP R. Sihombing, pada Kamis (13/2/2025).
Berdasarkan penyelidikan awal, kedua tersangka diduga telah beberapa kali melakukan transaksi narkotika di wilayah tersebut. Polisi menduga bahwa mereka adalah bagian dari jaringan pengedar yang lebih besar yang beroperasi di Kota Samarinda.
Atas perbuatannya, YL dan AH dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Para tersangka bisa menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujar AKP R. Sihombing.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Informasi dari warga sangat membantu dalam upaya pemberantasan narkotika.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Jika melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tambahnya.
Polresta Samarinda menegaskan bahwa pemberantasan narkoba akan terus dilakukan melalui patroli rutin dan pengawasan di wilayah-wilayah rawan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Laporkan jika ada hal yang mencurigakan,” tandas AKP R. Sihombing.
Dengan keberhasilan pengungkapan kasus ini, kepolisian berharap dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di Kota Samarinda serta memberikan efek jera bagi para pelaku. (ari/nr)