Kades Lung Anai, Lucas Nay saat menerima piagam penghargaan kategori Olahan khas Daerah terbaik I.

Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Rumah Cokelat Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori olahan khas daerah pada ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) XI tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Penajam Paser Utara (PPU) pada 29 April hingga 4 Mei 2025.
Prestasi ini berkat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara.
Lucas Nay, Kepala Desa Lung Anai sekaligus penggagas Rumah Cokelat, tampil langsung mempresentasikan produk unggulan berbasis kakao lokal tersebut.
Ia mengusung filosofi “Si kecil, pengaruhnya besar” yang tercermin dari dampak signifikan Rumah Cokelat terhadap lingkungan sekitarnya.
Mulai dari desa tetangga yang kini turut menanam kakao, hingga kunjungan dari berbagai lembaga nasional dan internasional seperti Kementerian Desa, perguruan tinggi, dan perwakilan dari Jepang.
“Walau kami berasal dari desa kecil dengan sumber daya terbatas, dampak kehadiran Rumah Cokelat sangat luas. Bahkan ada desa yang kini menanam kakao hingga 15 hektare,” ungkap Lucas Senin (6/5/25).
Keikutsertaan dalam TTG ini menjadi momentum evaluasi dan pengembangan lebih lanjut.
“Kami bersyukur atas respon positif dari dewan juri. Hal ini memacu kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas SDM,” tambahnya.
Kehadiran Rumah Cokelat tak lepas dari sinergi berbagai pihak, seperti Yayasan PD Universitas Kutai Kartanegara yang membantu dalam hal legalitas dan pengembangan SDM, serta PT Multi Harapan Utama (MHU) yang mendukung melalui program CSR-nya.
Pemerintah Kabupaten Kukar pun memberi dukungan nyata, termasuk melalui kehadiran langsung Bupati Edi Damansyah dalam penanaman simbolis di lahan kakao seluas satu hektare.
Pada ajang TTG tersebut, Kukar memborong tiga penghargaan dari lima kategori yang diperlombakan, yakni: Juara 1 Olahan Khas Daerah Rumah Cokelat Desa Lung Anai, Juara 3 Posyantekdes Berprestasi Desa Batuah, dan Stand Pameran Terbaik ke-3 Kabupaten Kukar.
Sementara itu, Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Kami bangga, karena desa-desa di Kukar kini tak perlu belajar jauh-jauh. Banyak desa kita yang sudah menjadi contoh berprestasi bahkan hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar produk, Rumah Cokelat telah menjadi motor perubahan sosial dan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal.
Dengan semangat kolektif dan kerja keras, para pengelolanya terus bergerak meski belum menerima gaji tetap, hanya berbagi hasil dari produksi.
“Kisah Rumah Cokelat Lung Anai menjadi inspirasi bahwa dari desa kecil sekalipun, inovasi bisa membawa dampak besar bagi masa depan,” pungkasnya. (Adv/DPMD KUKAR/Ak)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Akhiri Konflik Agraria Puluhan Tahun, Pemkab Kukar Bentuk Tim Identifikasi dan Verifikasi Lahan PT BDA
Banjir di Pondok Labu Tenggarong Surut, Warga Mulai Kembali ke Rumah
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Orang Tua Korban Tolak Hukuman Ringan, Pertanyakan KUHP Baru dalam Kasus Pencabulan 7 Santri