Sambaranews, Berau – Untuk mencegah stunting di Kabupaten Berau, Polres Berau dan Puskesmas Tanjung Redeb telah bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan dan Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan anak-anak di wilayah Berau Indah, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 15 September 2023, dimulai pukul 09.00 WITA di Posyandu Berau Indah, Jalan Durian III, Perumahan Berau Indah. Tim kesehatan dari Polres Berau dan Puskesmas Tanjung Redeb turut serta dalam kegiatan ini.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran lingkar lengan (Lila), lingkar kepala, dan lingkar perut bayi sebanyak 4 orang. Sementara itu, untuk balita, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran Lila, lingkar kepala, dan lingkar perut sebanyak 20 orang. Selain itu, para orang tua juga diberikan penyuluhan tentang cara mencegah stunting serta pemberian susu formula kepada bayi dan balita.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencegah stunting di Kabupaten Berau. Stunting adalah masalah serius yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Dengan pemantauan dan perawatan yang tepat, kita dapat mencegahnya,” kata Kasi Dokkes Polres Berau Dr Mawar.
Dengan terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Berau dapat ditekan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memiliki masa depan yang cerah. *
Sumber: Humas Polda Kaltim


PWI Kaltim Sembelih Dua Sapi Kurban, 150 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Senior
Polsek Muara Wahau Turun Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Nehas Liah Bing
Pemprov Kaltim Ajukan 987 Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Bontang
Pemkab Kukar Gelar GPM di Loa Kulu, Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Massa Ormas Sampaikan Aspirasi di DPRD Kukar, Sekwan Pastikan Ditindaklanjuti
Polsek Muara Wahau Salurkan 40 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Desa Jak Luay
Terjatuh Saat Turun dari Puncak Rinjani, Pendaki Asal Malaysia Dievakuasi Menggunakan Helikopter