Tanaman hidroponik. *(ist/adv)
Sambaranews, Tenggarong – Desa Muara Enggelam, yang berada di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), kini mengadopsi teknologi tanaman hydroponik sebagai solusi cerdas dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Kepala Desa Muara Enggelam, Madi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat membantu, terutama karena desa tersebut dikelilingi oleh air dan kekurangan lahan pertanian.
“Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, kami sangat terbantu dengan tanaman Hydroponik,” kata Madi pada Sabtu (20/4/2024).
Sayuran hasil hydroponik ini dikelola oleh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang kemudian diolah menjadi makanan bergizi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Kerja sama dengan ahli gizi dari posyandu Muara Wis memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya segar tetapi juga bernutrisi tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan yang sehat dan bergizi,” tegas Madi.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
(Adv/Kominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026
FSPMI Kukar Unjuk Rasa di DPRD, Desak Penegakan Aturan Alih Daya dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal