Kondisi Taman Miniatur di Tenggarong yang terbengkalai dan akan direaktivasi oleh Pemkab Kukar.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan evaluasi terhadap keberlanjutan Taman Miniatur di Tenggarong yang dibangun sejak 2015. Upaya ini difokuskan pada pemanfaatan kembali aset daerah agar tidak terus terbengkalai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menegaskan evaluasi dilakukan bersama lintas perangkat daerah, termasuk DPRD, untuk merumuskan langkah strategis ke depan.
“Yang kami utamakan bukan mencari kesalahan, tetapi bagaimana aset yang sudah dibangun dengan anggaran besar ini bisa difungsikan kembali,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar berencana menggelar kerja bakti dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk membersihkan area taman. Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan pihak kecamatan hingga kelurahan guna menentukan skema pengelolaan.
Menurut Wiyono, pelibatan masyarakat, termasuk rukun tetangga (RT), menjadi hal penting agar pengelolaan kawasan berjalan berkelanjutan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan Taman Miniatur sebagai sarana edukasi bagi pelajar.
Namun, ia mengakui masih ada kendala mendasar yang menghambat pemanfaatan kawasan, yakni belum tersedianya fasilitas listrik dan air bersih.
“Dua kebutuhan dasar itu harus dipenuhi lebih dulu. Tanpa listrik dan air, operasional kawasan tentu tidak bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan rumah penjaga juga dinilai penting untuk memastikan keamanan dan perawatan kawasan setelah dilakukan penataan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek Taman Miniatur tersebut telah menyerap anggaran lebih dari Rp20 miliar. Dengan nilai investasi yang cukup besar, pemerintah daerah menilai sangat disayangkan jika aset tersebut tidak dimanfaatkan.
Karena itu, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah. Skema pengelolaan pun masih akan dibahas, apakah berada di bawah dinas pariwisata, kecamatan, atau kelurahan.
“Yang penting kita mulai dari pembenahan dulu. Setelah itu baru ditentukan siapa yang akan mengelola,” katanya.
Wiyono juga menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan rutin di kawasan tersebut agar tetap hidup dan terawat. Tanpa aktivitas, ia khawatir kondisi taman akan kembali terbengkalai.
“Harus ada agenda yang berjalan. Kalau tidak, dalam waktu singkat bisa kembali tidak terurus,” pungkasnya.
Pemkab Kukar menargetkan pembersihan kawasan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai tahap awal sebelum masuk ke perencanaan pemanfaatan jangka panjang.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Ahli Waris Tuntut Kepastian Ganti Rugi Lahan Kantor Camat Loa Kulu
Peringati Hari Lingkungan Hidup, 80 Tukik Penyu Lekang Dilepas ke Laut Balikpapan
GratisPol Jangkau 63 Ribu Mahasiswa, DPRD Minta Kampus Perkuat Sosialisasi
Internet Gratis Kaltim Hampir Tuntas, Pemprov Kejar Listrik untuk 45 Desa Tersisa
BEM Unikarta Dorong Keterbukaan Pengawasan Lingkungan, Soroti 23 Perusahaan Berperingkat Merah di Kukar
Pemprov Kaltim Ajukan 987 Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Bontang
Dijenguk Rudy Mas’ud Saat di Lapas, Rita: Pak Rudy Bersilaturahmi dan Minta Dukungan
Kangen Suasana Musik, Rita Widyasari Kembali Berjoget Bersama Warga Tenggarong
Hadiri Wartawan Legend Bedapatan 4, Rita Widyasari Kenang Kedekatan dengan Insan Pers
Bawa Celurit dan Katana, Dua Debt Collector Diamankan Polres Gunungkidul