Puluhan mahasiswa Unikarta saat menyampaikan aspirasi di Mako Polres Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026).
Tenggarong, Sambaranews.com – Puluhan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di Markas Komando (Mako) Polres Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti isu lokal hingga persoalan nasional.
Aksi yang berlangsung di tengah bulan suci Ramadan itu tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi di depan kantor kepolisian.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikarta, Zulkarnain, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi, termasuk dugaan kekerasan aparat terhadap seorang pelajar bernama Arianto di Tual.
“Kami dari BEM Unikarta menggelar aksi demonstrasi untuk menanggapi beberapa isu. Salah satunya dugaan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Brimob, Bripda MS, terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri berinisial AT (14) di Kota Tual, Maluku Tenggara, yang berujung pada meninggalnya pelajar tersebut,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di Kutai Kartanegara. Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), disebutkan terdapat sekitar 120 titik tambang ilegal yang hingga kini masih beroperasi.
Zulkarnain menambahkan, persoalan lubang tambang juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi dari salah satu anggota DPRD Kukar, terdapat lebih dari seribu lubang tambang, baik legal maupun ilegal, yang masih menganga di wilayah tersebut.
“Kami sangat kecewa. Seharusnya hari ini kami bisa berdialog langsung dengan Kapolres Kukar, namun beliau tidak dapat hadir. Ini menambah kekecewaan kami, dan kami menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti wacana reformasi Polri yang dinilai belum berjalan maksimal. Mereka menilai reformasi tidak akan bermakna jika masih terjadi dugaan kekerasan oleh oknum aparat terhadap masyarakat sipil.
Menanggapi aksi tersebut, Kabag Ops Polres Kukar Kompol Roganda yang mewakili Kapolres menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan serta menyampaikan sikap institusi terhadap tuntutan mahasiswa.
“Kami menyampaikan permohonan maaf mewakili Bapak Kapolres atas ketidakhadiran beliau. Kami juga turut berbelasungkawa atas peristiwa yang menimpa adik kita di Tual. Kasus tersebut sudah ditangani, baik secara etik maupun proses pidana,” ujarnya.
Roganda menegaskan pihaknya mengapresiasi kritik mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap institusi kepolisian. Ia juga mengakui masih adanya oknum yang tidak profesional, namun proses penanganannya dilakukan secara terbuka melalui sidang etik maupun proses pidana.
“Terkait transparansi, kami terus berupaya terbuka dalam penanganan perkara. Kritik terhadap pengawasan internal menjadi perhatian kami. Setiap pelanggaran tetap diproses sesuai ketentuan,” katanya.
Terkait persoalan tambang ilegal dan perambahan kawasan hutan, Roganda menyebut penindakan terus dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Beberapa kasus sudah diproses hingga pengadilan. Di wilayah Loa Kulu terdapat dua kasus, di Jonggon ada satu kasus yang masih dikembangkan. Penertiban kawasan hutan juga dilakukan bersama instansi terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga menangani kasus pengkaplingan lahan ilegal yang diperjualbelikan hingga ratusan bahkan ribuan unit. Sebagian perkara telah ditangani dan ada yang dilimpahkan ke wilayah hukum lain.
Roganda menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga mahasiswa.
“Kami berharap kerja sama semua pihak agar penegakan hukum bisa berjalan lebih efektif dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tutupnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


SOE Reborn: Lebih Tertata, Layanan Publik Hadir hingga Malam
Komitmen Zero Halinar Ditegaskan, Kalapas Perempuan Tenggarong: Bukan Sekadar Seremonial
Polsek Loa Kulu Amankan Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi, 10 Jerigen Pertalite Disita
Kalapas Tenggarong Pimpin Ikrar Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba dan HP Ilegal
I Wayan Nurasta Wibawa Resmi Nahkodai Lapas Tenggarong, Bupati Kukar Dorong Sinergi Pembinaan
Iuran BPJS Kelas 3 Masih Dibayar? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan Kukar