KUTIM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) telah menetapkan penguatan sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai fokus utama program kerja sepanjang tahun 2025. Strategi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai event yang bertujuan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menjelaskan bahwa sejumlah festival tradisional yang terbukti berkontribusi signifikan terhadap UMKM tetap dipertahankan. Event tersebut meliputi:
- Festival Lomplang
- Festival Bahari Muara Bengalon
- Pesona Pantai Marang Kaliurang
Selain mempertahankan event tahunan, Dispar Kutim juga menyiapkan agenda baru yang dinilai strategis untuk memperluas jangkauan sektor kreatif. Rangkaian kegiatan baru tersebut mencakup:
- Festival Pulau Bahari Nusantara di Pulo
- Berbagai program di Embong Banyulangit dan Kombeng.
- Pekan Ekonomi Kreatif di
Seluruh agenda ini dirancang untuk memperkuat subsektor musik, film, hingga kerajinan khas daerah. Rifanie menegaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan secara rutin ini memiliki efek langsung pada perekonomian warga. “Setiap kali ada event, aktivitas ekonomi meningkat drastis; UMKM ramai, kuliner penuh, hingga hotel kehabisan kamar,” terangnya.
Selain menggelar event, Dispar juga memprioritaskan pembinaan terhadap pelaku kreatif, termasuk dukungan bagi musisi, pembuat film, dan kreator lokal untuk meningkatkan produksi konten serta memperluas distribusi karya mereka di platform digital seperti Instagram dan YouTube. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Sulap Lahan 1 Hektare Jadi Pusat Edukasi, Lapas Kelas IIA Tenggarong Siapkan SAE untuk Masyarakat
Simpan Sabu di Kotak Rokok, Pria di Tabang Dibekuk Polisi
Kejari Kukar Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Mikro, Negara Rugi Hingga Rp16,5 Miliar
Perkuat Akses Warga, Jembatan Merah Putih Presisi di Sangasanga Diresmikan