KUTIM – Kesadaran wajib pajak di Kutai Timur (Kutim) terbukti kokoh menopang kemandirian fiskal daerah. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim mengumumkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga awal November 2025 telah mencapai 85 persen, atau sekitar Rp170 miliar dari target Rp200 miliar.
Pencapaian impresif ini dirayakan dalam acara Gebyar Pajak Daerah dan Reward Wajib Pajak 2025 yang digelar di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi pada Kamis (6/11/2025). Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutim,
H. Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah berakar dari kepatuhan masyarakat dalam menunaikan kewajiban fiskal mereka.
“Terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang taat dan berkontribusi bagi Kutim. Pajak yang Anda bayarkan bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud nyata kepedulian untuk membangun daerah kita bersama,” ujar Bupati Ardiansyah.
Kepala Bapenda Kutim, Syahfur, menjelaskan bahwa pencapaian realisasi 85 persen ini adalah bukti kuatnya kesadaran dunia usaha dan masyarakat Kutim. Sebagai bentuk apresiasi, Bapenda memberikan penghargaan kepada sebanyak 100 wajib pajak teladan dari berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, kendaraan bermotor, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Meski demikian, Bapenda tidak berpuas diri. Syahfur mematok target PAD Kutim meningkat tajam hingga Rp 430 miliar di tahun 2026. Target ambisius ini akan dicapai melalui strategi inovasi layanan dan penguatan sistem.
Langkah kuncinya adalah genjotan digitalisasi pajak, dengan memperkuat sistem agar layanan pajak menjadi lebih efisien dan mudah diakses. Selain itu, Bapenda juga fokus pada perluasan integrasi data antarinstansi, termasuk peluncuran dashboard digital PAD, serta terus mengatasi tantangan pendataan objek pajak baru di wilayah nonperkotaan.
“Bapenda akan terus berinovasi, termasuk melalui integrasi data berbasis desa. Digitalisasi adalah kunci agar layanan pajak menjadi lebih efisien, mudah diakses, dan tepat sasaran,” tegas Syahfur. Dengan langkah-langkah agresif ini, Kutim menegaskan tekadnya untuk menjadi daerah yang mampu berdiri di atas kekuatan fiskal sendiri, membangun infrastruktur dan layanan publik berkat keringat dan kepercayaan penuh dari masyarakatnya. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Anggaran Laundry Rp450 Juta Pemprov Kaltim untuk Enam Fasilitas, Tak Hanya Baju Dinas
Bupati Kukar Dorong Hilirisasi Kratom, Targetkan Peningkatan Nilai Ekonomi dan PAD
Cegah Konflik Industrial, Bupati Kukar Bentuk Satgas Terpadu Libatkan Buruh dan Pengusaha
Ketua Kadin Kaltim Ajak Pengusaha Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Ekonomi