Sambaranews, Tenggarong – Dalam rangka mendorong perkembangan wilayah, Kecamatan Muara Kaman saat ini sedang berfokus pada pembangunan infrastruktur. Camat Muara Kaman, Barliang, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas akses bagi masyarakat dengan memberikan prioritas pada pengerasan jalan, irigasi, dan proyek-proyek penting lainnya.
“Infrastruktur semenisasi yang belum tuntas diantaranya, Desa Tebali menuju Lebak Hula, Benua Puhun sampai Teratak. Hal itu akan diprioritaskan 2024 ini,” ujar Barliang pada Rabu (20/3/2024).
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) juga turut menguatkan langkah ini melalui Bantuan Keuangan (Bankeu). Proyek-proyek yang dibiayai Bankeu mencakup pengembangan jalan di Desa Cipari Makmur, Panca Jaya, Sidomukti, Bunga Jadi, hingga Desa Sabintulung.
“Alhamdulillah infrastruktur kita hampir tuntas karena ada bantuan dari pemprov Kaltim, tinggal beberapa desa yang akan kita lanjutkan tahun ini,” katanya.
Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk memudahkan aktivitas masyarakat dan sebagai indikator kemajuan wilayah.
Pemerintah Kecamatan Muara Kaman berkomitmen penuh untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur, menunjukkan perhatian serius terhadap peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat. *(*)
(Adv/Kominfo Kukar)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
DPRD Kukar Dorong Skema Tahun Jamak Perbaiki Jalan Rusak Kota Bangun–Kenohan
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat