Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani memberikan tanggapan terkait viralnya aksi seorang WNA yang menambal lubang jalan di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) menambal lubang di Jalan Poros Tenggarong–Kota Bangun, tepatnya di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), viral di media sosial.
Video tersebut pertama kali diunggah pada Selasa (3/3/2026) melalui akun Facebook @Irwansyah Irwan dan langsung menarik perhatian warganet.
Dalam video itu terlihat seorang pria yang diketahui bernama Markus, atau akrab disapa Mr. Markus, menimbun lubang besar di badan jalan menggunakan material seadanya. Markus merupakan seorang peternak sapi yang telah lama menetap di Desa Lebaho Ulaq.
Sambil memperbaiki jalan, Markus menjelaskan bahwa tindakannya dilakukan karena lubang di jalan tersebut dinilai cukup membahayakan bagi pengguna jalan.
“Di sini tadi ada lubang sangat bahaya di jalan. Jadi kita sebagai pengusaha di sini perbaiki jalan supaya keluarga dan tetangga kita aman,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia juga berharap pemerintah dapat turut membantu memperbaiki kondisi jalan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.
“Semoga ada juga pihak dari pemerintah yang mau bantu perbaiki jalan, supaya kita semua aman dan infrastruktur jalan di sini bisa dijaga,” tambahnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menilai tindakan Markus dapat dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Sebenarnya kalau dilihat dari niatnya, pekerjaan itu bagus. Itu bagian dari nilai kepedulian,” ujar Ahmad Yani, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, ia juga memahami bahwa kondisi tersebut dapat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai peran pemerintah dalam menangani kerusakan jalan.
“Di sisi lain masyarakat bisa merasa heran, bahkan tersinggung. Muncul pertanyaan, mengapa justru orang asing yang memperbaiki jalan, sementara pemerintahnya di mana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan maupun perbaikan jalan pada dasarnya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Karena itu, jika ada pihak yang ingin membantu, tetap perlu mengikuti prosedur yang berlaku.
Namun demikian, DPRD Kukar tetap memandang langkah tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat selama dilakukan dengan niat membantu.
“Selama niatnya memang untuk membantu dan dilakukan dengan baik, tentu tidak menjadi persoalan. Tetapi kalau tujuannya untuk menyindir, tentu pemerintah daerah juga merasa tersentil,” jelasnya.
Menurut Ahmad Yani, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih terdapat sejumlah infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Ini juga menunjukkan masih ada kekurangan dalam pembangunan. Artinya masih ada jalan yang perlu diperbaiki sampai ada pihak luar yang ikut membantu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, viralnya video tersebut dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan terhadap ruas jalan yang rusak.
“Kalau sampai orang asing saja merasa membutuhkan jalan itu, apalagi masyarakat kita sendiri. Ini menjadi semacam tamparan bagi kita semua, terutama pemerintah daerah agar perbaikan bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Ke depan, DPRD Kukar bersama pihak terkait akan menelusuri lokasi jalan yang dimaksud serta menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk perbaikannya.
“Insya Allah nanti kami bersama tim dan perangkat terkait akan menelusuri di mana lokasi jalan tersebut, wilayah mana yang membutuhkan perbaikan, serta berapa anggaran yang diperlukan,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Terseret Arus Saat Menjaring Udang, Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal
Kejar Perahu Hanyut, Nelayan di Muara Badak Dilaporkan Hilang Terseret Arus
May Day 2026 di Kaltim Tanpa Demo, Disnakertrans Dorong Dialog dan Kolaborasi
Kejari Kukar Siapkan Duta Pelajar Sadar Hukum 2026, Fokus pada Pembentukan Integritas Generasi Muda
Tak Beri Celah Narkoba, Polresta Samarinda Musnahkan Hampir 3 Kg Sabu
Program Nikah Massal Kukar Sentuh 62 Pasangan, Legalitas Pernikahan Jadi Prioritas