Saiful Anwar Killian bersama tim UMKM binaan KTNA Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, di Expo KTNA Nasional 2025. Sabtu, (20/9/2025).
Kutai Kartanegara, SambaraNews.com – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 890 tuan rumah Rembug Utama dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025. Acara yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan” ini resmi dibuka pada Sabtu (20/9/2025) di halaman Kantor Bupati Kukar, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Tenggarong.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Sejumlah pejabat penting turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim Ir. Seno Aji, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Ketua Umum KTNA Nasional Mohammad Yadi Sofyan Noor, Ketua KTNA Kukar Edy Damansyah, serta para ketua KTNA provinsi, kabupaten/kota, dan peserta dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi forum konsolidasi dan diskusi petani nelayan, Expo KTNA juga menampilkan beragam produk unggulan daerah. Salah satunya dari Papua Barat, yakni UMKM binaan KTNA Kabupaten Teluk Bintuni yang dipimpin Saiful Anwar Killian.
“Kami sebenarnya bukan baru kali ini mengikuti Expo. Sebelumnya, kami juga sudah berpartisipasi di Penas hingga Expo di Bali. Tujuan kami adalah mempromosikan produk-produk UMKM dari Teluk Bintuni agar lebih dikenal secara nasional,” ujar Saiful.
Produk yang dibawa cukup beragam, mulai dari minyak sereh wangi, minyak buah merah, minyak lawang, krim olahan daun bungkus dan daun gatal, hingga hasil olahan abon ikan tuna, abon ikan kakap, dan abon kepiting. Tak ketinggalan, mereka juga memamerkan kerajinan tradisional khas Papua berupa mahkota dan ukiran.
Teluk Bintuni sendiri dikenal sebagai daerah penghasil kepiting dan ikan conge. Bahkan, gelembung ikan conge bernilai sangat tinggi, bisa mencapai Rp12 juta per gelembung karena digunakan untuk bahan pembuatan benang operasi. Namun, produk ini belum sempat ditampilkan dalam Expo akibat kendala transportasi.
“Meski kami hanya datang berlima karena keterbatasan anggaran, kami berusaha menampilkan yang terbaik. Semua bahan baku produk berasal dari daerah kami sendiri, seperti abon kepiting dan minyak sereh wangi,” jelas Saiful.
Ia berharap, partisipasi mereka dalam Expo KTNA 2025 bisa membuka peluang baru bagi petani dan UMKM Papua Barat.
“Harapan kami, para mitra kerja dari berbagai daerah bisa melihat langsung potensi yang kami bawa. Semoga terjalin komunikasi dan kerja sama lebih lanjut, sehingga produk-produk Teluk Bintuni bisa dipasarkan lebih luas, memberi manfaat ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Barat,” pungkasnya.
Kehadiran UMKM Papua Barat dalam Expo KTNA Nasional 2025 menegaskan bahwa potensi lokal dari berbagai daerah, termasuk kawasan timur Indonesia, memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Produk-produk unggulan ini sekaligus memperkaya Expo KTNA sebagai wadah promosi, kolaborasi, dan pertukaran inovasi antarpetani serta pelaku usaha di seluruh Nusantara.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


DPRD Kukar Beri Tenggat Satu Pekan Penyelesaian Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan Sektor Migas
Ngaku Gaji dan Tabungan, Pasutri Ini Ternyata Hidup Mewah dari Dolar Majikan
12 Pemancing Terjebak Cuaca Buruk di Lamaru, Tim SAR Balikpapan Evakuasi Seluruh Korban dengan Selamat
Tekan Pelanggaran dan Balap Liar, Polres Kukar Luncurkan Operasi Keselamatan Mahakam 2026
FSPMI Kukar Unjuk Rasa di DPRD, Desak Penegakan Aturan Alih Daya dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal
Pinjam Motor Alasan Beli Makan, Pria di Samarinda Kota Gelapkan Honda PCX Teman Kos