Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kota Balikpapan menyampaikan pandangan umumnya terhadap nota penjelasan Wali Kota Balikpapan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (7/7/2025).

Sambaranews.com | BALIKPAPAN – Dalam suasana rapat paripurna yang penuh ketegasan namun tetap konstruktif, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kota Balikpapan menyampaikan pandangan umumnya terhadap nota penjelasan Wali Kota Balikpapan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (7/7/2025).
Dalam penyampaiannya, Fraksi Golkar menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat. Bagi fraksi berlambang pohon beringin ini, setiap rupiah yang dikelola pemerintah bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan amanah publik yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Langkah-langkah perbaikan dan penguatan sistem pengelolaan pendapatan daerah mutlak diperlukan agar setiap dana yang masuk dan keluar dapat termonitor dengan baik dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Hj. Muliati, juru bicara Fraksi Golkar dalam sidang tersebut.
Golkar menilai, efektivitas pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari serapan anggaran, tetapi juga dari ketepatan waktu dan relevansi program terhadap kebutuhan warga. Oleh karena itu, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dianggap penting untuk menciptakan sinergi yang solid sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
Fraksi Golkar juga menyoroti perlunya disiplin dalam penyerapan anggaran agar tidak terjadi penumpukan kegiatan di akhir tahun. Pola pencairan dan pelaksanaan program, kata Muliati, sebaiknya dilakukan secara proporsional setiap bulan dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan hasil nyata.
“Dengan disiplin fiskal dan pengawasan berkelanjutan, program pembangunan akan lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini bukan hanya soal pelaporan, tetapi tentang tanggung jawab moral pemerintah terhadap publik,” tegasnya.
Lebih jauh, Fraksi Golkar menegaskan bahwa transparansi bukan semata kewajiban administratif, melainkan fondasi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Mereka optimistis bahwa kemitraan antara eksekutif dan legislatif akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan arah kota menuju visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dihuni dalam bingkai Madinatul Iman. (ADV/DPRD Balikpapan)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Anggaran Laundry Rp450 Juta Pemprov Kaltim untuk Enam Fasilitas, Tak Hanya Baju Dinas
Bupati Kukar Dorong Hilirisasi Kratom, Targetkan Peningkatan Nilai Ekonomi dan PAD
Cegah Konflik Industrial, Bupati Kukar Bentuk Satgas Terpadu Libatkan Buruh dan Pengusaha
Ketua Kadin Kaltim Ajak Pengusaha Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Ekonomi