Camat Sebulu, Edy Fachruddin.

Sambaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Sebulu menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Melalui program percepatan perizinan dan pendampingan digital, pelaku usaha lokal dibekali kemampuan untuk bersaing di era ekonomi modern.
Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menekankan pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM. “Ketika usaha sudah legal, akses terhadap pelatihan, bantuan modal, hingga kepercayaan pasar akan lebih mudah diperoleh,” ujarnya pada Rabu (7/5/2025). Program pendampingan yang dijalankan sejak awal 2025 fokus pada penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pelatihan pemanfaatan platform digital.
Tidak hanya berhenti pada aspek administratif, Kecamatan Sebulu juga aktif mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Edy mencontohkan keterlibatan seniman Sebulu dalam acara Simpang Odah Etam sebagai sarana promosi produk dan budaya. “Ini bukan hanya panggung seni, tapi juga panggung promosi,” tegasnya.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci sukses program ini. Kecamatan menggandeng Dinas Koperasi, Dinas Pariwisata, dan komunitas masyarakat untuk memberikan pendampingan menyeluruh. “Masyarakat butuh kemudahan, bukan sekadar janji,” pungkas Edy menegaskan komitmennya. (ADV Diskominfo Kukar/nr)


Kebakaran Subuh Hanguskan 8 Bangunan di Liang Ilir, 12 KK Kehilangan Rumah: Damkar Terkendala Kurangnya Koordinasi Warga
Tiga Bangunan Hangus Terbakar di Sri Bangun, Damkar Kota Bangun Bergerak Cepat Padamkan Api
Dukungan Baru untuk Damkar Kota Bangun, Tingkatkan Kecepatan Penanganan
Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun Sambut Positif Bantuan Sarana Penyelamatan
Damkar Tabang Ajak Petani Kurangi Pembakaran Lahan demi Lingkungan yang Lebih Aman
Akses Jalan Kayu Jadi Kendala, Damkarmatan Muara Muntai Nilai Viar Lebih Efisien Dibanding Komodo
Permudah Urusan SIM hingga STNK, Polantas Menyapa Jadi Andalan Satlantas Kukar
Pinjaman Rp820 Miliar Kukar Dipertanyakan, Bupati: untuk Bayar Rekanan dan Jaga Ekonomi
Puncak Nyepi Caka 1948 di Kerta Buana, Bupati Kukar Tekankan Harmoni dan Persatuan Umat
Aksi Mahasiswa Diwarnai Kekecewaan, Pemkab Kukar Jelaskan Ketidakhadiran Bupati