Sambaranews, Tenggarong – Pulau Kumala sebagai salah satu tempat wisata di Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembenahan untuk mengembalikan kejayaannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah menganggarkan senilai Rp 8 Miliar untuk menambah wahana permainan, hingga peningkatan fasilitas.
Salah satu wahana permainan yang tengah dibangun, yakni waterboom, yang saat ini sudah mencapai 30-40 persen pengerjaan.
“Alhamdulillah saat ini pengerjaan waterbom terus berprosesnya. Untuk seluncuran nya masih dalam proses pengiriman,” ucap Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.
Wahana permainan waterbom di Pulau Kumala terletak tepat di bagian tengah, tidak jauh dari lokasi gokart.
Selain mempersiapkan waterbom, pihak pengelola juga mempersiapkan fasilitas lainnya, seperti lampu dan kelengkapan lainnya.
“Kita targetnya tahun ini rampung, dengan harapan tentunya langsung bisa dibuka untuk umum,” jelas Rendi.
Setelah tahun ini waterboom rampung, pihaknya tetap akan melakukan pengembangan di 2024, salah satunya menambahan kolam gelombang.
Kolam gelombang akan melengkapi berbagai wahana di waterbom.
“Pengembangan akan tetap dilakukan, di mana kolam gelombang bakal ditambah di tahun depan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadi Raharjo menambahkan, waterbom akan menjadi citra baru di Pulau Kumala.
Ia berharap wisatawan kembali ramai datang ke Pulau Kumala, dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Silahkan teman-teman media untuk main-main ke sana, melihat langsung situasi di sana. Ini sekarang terus berproses, doakan semuanya berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ucapnya singkat.


Program Polantas Menyapa Permudah Layanan SIM dan STNK di Polres Kukar
Suparman Resmi Dilantik Jadi Kalapas Tanjungpinang, Tinggalkan Sejumlah Inovasi di Lapas Tenggarong
Bajaj Masuk Tenggarong, Pemkab Kukar: Operasional Tunggu Izin
Carut Marut Tangga Arung Square, Wabup Usulkan Revisi Perda Bersama DPRD
Petugas Kebersihan Buang Sampah ke Sungai Mahakam Viral, Pemkab Kukar Minta Maaf dan Evaluasi
Bupati Kukar Buka Pameran Kearsipan 2026, Edukasi Sejarah hingga Digitalisasi Arsip