Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melakukan kunjungan ke PT DJB Botanicals Indonesia terkait tata kelola kratom, Selasa (28/4/2026). (Dok. Kukarpaper)
Tenggarong, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan komoditas kratom melalui hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini ditegaskan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai melakukan kunjungan ke PT DJB Botanicals Indonesia di Tenggarong Seberang, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aulia meninjau langsung proses pengolahan hingga ekstraksi daun kratom. Ia menyebutkan, selama ini komoditas kratom dari Kukar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah ke sejumlah negara, seperti India.
“Selama ini yang berjalan, pelaku usaha mengekspor dalam bentuk bahan baku. Padahal, kratom akan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi jika diolah menjadi ekstrak,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Karena itu, Pemkab Kukar berkomitmen mengembangkan industri berbasis sumber daya lokal dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga sektor kehutanan dan farmasi.
“Kita ingin ini tidak hanya melibatkan badan usaha, tetapi juga akademisi. Harapannya, seluruh potensi bahan baku di Kukar bisa diolah lebih lanjut sehingga memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi budidaya kratom terbesar di Kukar berada di wilayah hulu, meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, hingga Kembang Janggut.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) pada tahun 2026. Selanjutnya, pada tahun berikutnya akan dilanjutkan dengan pengadaan mesin untuk mendukung proses hilirisasi.
“Target kita tahun ini feasibility study selesai. Tahun depan kita sudah bisa masuk ke tahap pengadaan mesin,” tambahnya.
Aulia juga menegaskan bahwa pengembangan kratom menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah menurunnya kontribusi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).
Dengan pengelolaan yang tepat, Aulia berharap komoditas kratom dan tanaman khas lainnya dapat menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara. (*)


Polsek Muara Wahau Gandeng Perusahaan Tanam Jagung 5 Hektar, Perkuat Ketahanan Pangan di Kutim
Korban Dugaan Keracunan Makanan MBG di Sebulu Bertambah Jadi 85 Orang, Orang Tua Minta Evaluasi Program
Polda Kaltim Bentuk Cyber Resilient Community untuk Cegah Maraknya Kejahatan Finansial Siber
Diduga Keracunan Makanan MBG, 46 Siswa dan Guru di Sebulu Jalani Perawatan Medis
Kasus Dugaan Korupsi Honor Non-ASN Disdikbud Kukar Masuk Tahap Penyidikan
Bupati Kukar Lantik 47 Pejabat Administrator dan Pengawas, Pengisian Jabatan Gunakan Manajemen Talenta
Ngaku Anggota Polres Kukar, Pria Diduga Gelapkan Motor Warga Ditangkap di Muara Wahau