Bupati Kukar Aulia Rahman Basri membuka secara resmi Pameran Kearsipan 2026 sebagai bagian dari edukasi dan pelestarian arsip daerah.
Tenggarong, Sambaranews.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, secara resmi membuka Pameran Kearsipan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun 2026, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar ini digelar di Aula Gedung Perpustakaan Umum, Jalan Danau Semayang, Kelurahan Melayu, dan berlangsung selama dua hari.
Pameran kearsipan tersebut terbuka untuk umum dan bertujuan mengajak masyarakat menelusuri jejak sejarah pemerintahan dan pembangunan Kukar dari masa ke masa. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga dan melestarikan arsip sebagai warisan berharga.
Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa arsip memiliki peran strategis bagi pemerintah daerah karena merupakan bukti otentik dari berbagai peristiwa yang telah terjadi.
“Arsip ini adalah bukti autentik yang harus dijaga, dirawat, dan diatur aksesnya. Melalui kegiatan ini, kita juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah mengelola arsip dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kukar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas kinerja pengelolaan arsip.
Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan internal tahun 2025, terdapat sepuluh OPD yang meraih predikat “sangat memuaskan”, di antaranya Kesbangpol (93,93), RSUD AM Parikesit (93,57), Diarpus (93,46), Dishub (93,20), Perkim (92,69), Sekretariat DPRD (91,46), DP2KB (91,44), Kecamatan Muara Badak (91,29), Diskominfo (90,95), dan DPMD (90,86).
Selain kepada OPD, penghargaan juga diberikan kepada tiga arsiparis yang berdedikasi tinggi.
Aulia menambahkan capaian Kukar dalam pengelolaan arsip cukup membanggakan. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kukar menempati peringkat ke-20 serta berada di posisi pertama di Kalimantan Timur.
“Kutai Kartanegara memiliki sejarah yang luar biasa. Arsip-arsip ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti kejayaan daerah yang harus terus kita jaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Diarpus Kukar, M. Ridha Darmawan, menjelaskan bahwa pameran dibagi ke dalam beberapa zona, di antaranya zona arsip kesultanan atau kerajaan, era kolonial, pembentukan daerah otonomi, arsip pembangunan modern, serta digitalisasi arsip.
“Pengunjung dapat melihat berbagai jenis arsip, baik tekstual seperti dokumen resmi maupun non-tekstual seperti foto, film, dan video. Ini menunjukkan bahwa seluruh aktivitas yang terekam, baik tertulis maupun visual, merupakan arsip,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi sejarah di tengah perkembangan teknologi digital.
“Di era gadget sekarang, masyarakat lebih tertarik pada media sosial seperti TikTok dan Instagram dibanding membaca sejarah. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mengemas arsip agar lebih menarik dan mudah diakses,” katanya.
Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya arsip sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pelestarian sejarah daerah.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Petugas Kebersihan Buang Sampah ke Sungai Mahakam Viral, Pemkab Kukar Minta Maaf dan Evaluasi
Bupati Kukar Lantik Pj Kepala Desa Jonggon Desa dan PAW BPD, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Tanpa Jeda
BPJS Kelas 3 Gratis di Kukar, Bupati Minta Warga Segera Laporkan Jika Masih Bayar
Enam Dapur SPPG di Kukar Dihentikan Sementara, Tidak Sesuai Standar IPAL
Bupati Kukar Serahkan 9,7 ton Beras untuk Petani Terdampak Gagal Panen di Rapak Lambur
Sinergi Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim, Rencana Jembatan Sanga-Sanga–Anggana Masih Tahap Awal
Bupati Kukar Buka Pameran Kearsipan 2026, Edukasi Sejarah hingga Digitalisasi Arsip