Kunjungan jajaran manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton. (Sumber Foto: Facebook Jamik Kartun)
Tenggarong, Sambaranews.com – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan tanggapan atas pertemuan antara jajaran manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (21/1/2026) dengan pokok pembahasan terkait permasalahan protokoler dalam kegiatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.
Tanggapan tersebut disampaikan oleh Pangeran Hario Notonegoro usai kegiatan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sabtu (24/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kedatangan jajaran direksi PT KPB ke Kedaton Kesultanan Kutai merupakan bentuk itikad baik perusahaan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama PT KPB hadir bersama sejumlah pejabat utama perusahaan. Kehadiran tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan permohonan maaf, klarifikasi, sekaligus penghargaan atas kehadiran Sultan Kutai pada acara peresmian Kilang Pertamina di Balikpapan.
“Alhamdulillah, pihak Pertamina datang langsung. Direktur Utamanya hadir bersama jajaran untuk menemui ayahanda Sultan, menyampaikan permohonan maaf, klarifikasi, sekaligus memberikan penghargaan atas kehadiran Sultan pada acara peresmian kilang,” ujar Pangeran Hario.
Menurutnya, Sultan Kutai menyikapi persoalan tersebut dengan bijak sebagai tokoh adat dan orang tua. Sultan memberikan arahan agar kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut dijadikan bahan evaluasi bersama, bukan untuk memperpanjang polemik.
“Sultan memberikan nasihat agar peristiwa ini dijadikan pembelajaran dan diambil hikmahnya, sehingga ke depan tidak terulang kembali hal-hal serupa,” jelasnya.
Pangeran Hario juga menuturkan bahwa penghormatan terhadap adat dan raja-raja di Nusantara sejalan dengan perhatian Presiden Republik Indonesia terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan bangsa.
“Hal ini juga menjadi perhatian Bapak Presiden. Beliau sangat konsen dan menghargai para raja dan sultan di Nusantara, karena kerajaan-kerajaan itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bergabungnya kerajaan-kerajaan ke dalam NKRI merupakan bentuk pengabdian terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, sikap saling menghormati antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga adat harus terus dijaga.
“Karena kita sudah menjadi bagian dari NKRI, maka kita wajib menjunjung tinggi siapa pun yang menjadi Presiden. Alhamdulillah, Presiden kita saat ini sangat menghargai adat dan adab. Hal itu tercermin dari sikap dan kebijakan beliau,” katanya.
Pangeran Hario berharap pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi yang lebih baik antara PT KPB dan Kesultanan Kutai Kartanegara, serta dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan lembaga adat di Kalimantan Timur.
“Harapan kami, ke depan hubungan ini semakin baik, saling menghormati, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah