Tim SAR Gabungan mengevakuasi pekerja sawit yang dilaporkan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Marangkayu. Korban ditemukan meninggal dunia Selasa (20/1/2026) pagi.
Kutai Kartanegara, Sambaranews.com – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan pekerja sawit yang dilaporkan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa (20/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga RT 002 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu. Ia sebelumnya dilaporkan terjatuh ke sungai saat bekerja pada Minggu (18/1/2026).
Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan, menjelaskan proses pencarian dimulai pukul 07.00 WITA. Setelah menyusuri aliran sungai, korban ditemukan sekitar pukul 08.56 WITA.
“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sesuai rencana operasi. Pada hari kedua ini korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar sembilan kilometer dari titik awal kejadian,” ungkap Aries.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Santan Ulu untuk diserahkan kepada keluarga. Dengan ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan secara resmi menutup operasi SAR dan melanjutkan status kesiapsiagaan di wilayah tersebut.
Aries menambahkan, selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya arus sungai yang deras serta potensi ancaman binatang buas. “Meski menghadapi kendala, seluruh personel tetap mengedepankan keselamatan selama proses pencarian hingga evakuasi,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Kutai Timur, Polsek Marangkayu, Koramil Marangkayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkarmatan Kukar, pemerintah Kecamatan Marangkayu, keluarga korban, serta warga dari Desa Santan Ulu, Santan Tengah, dan Santan Hilir.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi
Optimalkan Sumur HPPO, Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Minyak Handil 2.000 BPH
Kesempatan Jadi Paskibraka 2026, Kesbangpol Kukar Mulai Sosialisasi ke Sekolah