KUTIM – Menanggapi instruksi tegas Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menjamin bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) akan diubah menjadi program inklusi yang terencana, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh anggaran daerah. Komitmen ini bertujuan menghilangkan beban pengurusan proposal dana yang selama ini ditanggung oleh guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB).
Mulyono menegaskan, dengan Disdikbud menjadi dinas pengampu utama, para guru SLB kini dapat fokus sepenuhnya pada tugas utama mereka: edukasi dan pembinaan siswa disabilitas. Bupati menekankan bahwa urusan pendanaan harus ditangani dinas di tingkat kabupaten.
Inisiatif ini memastikan bahwa setiap program bagi anak disabilitas di Kutim terjamin pendanaannya dan menjadi investasi berkelanjutan dari pemerintah, sekaligus mendukung upaya penghapusan stigma negatif dan mendorong aktualisasi diri bagi anak-anak disabilitas. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi