KUTIM – Menanggapi instruksi tegas Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menjamin bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) akan diubah menjadi program inklusi yang terencana, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh anggaran daerah. Komitmen ini bertujuan menghilangkan beban pengurusan proposal dana yang selama ini ditanggung oleh guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB).
Mulyono menegaskan, dengan Disdikbud menjadi dinas pengampu utama, para guru SLB kini dapat fokus sepenuhnya pada tugas utama mereka: edukasi dan pembinaan siswa disabilitas. Bupati menekankan bahwa urusan pendanaan harus ditangani dinas di tingkat kabupaten.
Inisiatif ini memastikan bahwa setiap program bagi anak disabilitas di Kutim terjamin pendanaannya dan menjadi investasi berkelanjutan dari pemerintah, sekaligus mendukung upaya penghapusan stigma negatif dan mendorong aktualisasi diri bagi anak-anak disabilitas. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Kirim Titik Lewat Google Maps, Modus Baru Pengedar Narkoba di Kukar Terbongkar
Berbekal Informasi Warga, Polisi Bekuk Pria di Batu Ampar dan Sita 11 Paket Sabu
Alfamidi Salurkan 160 Ribu Butir Telur untuk 875 Anak, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
Polsek Muara Kaman Tangkap Pria yang Diduga Mencuri 1,2 Ton Buah Sawit PT TJA