Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah.
KUTAI KARTANEGARA, SAMBARANEWS.COM, – Puskesmas Rapak Mahang Tenggarong memperkuat upaya pencegahan penyakit menular seksual melalui pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin (catin).
Bagi para Catin di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan.
Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, mengatakan setiap pasangan calon pengantin wajib menjalani pemeriksaan triple eliminasi sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum menikah.
Pemeriksaan tersebut mencangkup screening HIV, sifilis, dan hepatitis B. Program ini dilakukan secara gratis karena menjadi bagian dari program pemerintah.
“ Jadi kami, Puskesmas Rapak Mahang, bekerja sama dengan KUA Kecamatan Tenggarong, itu setiap minggu, setiap hari Kamis, melakukan edukasi kepada catin,” kata Siti Aminah, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, KUA Kecamatan Tenggarong terlebih dahulu mengumpulkan calon pengantin, biasanya sekitar enam hingga 10 pasangan. Selanjutnya, petugas Puskesmas Rapak Mahang memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.
Selain edukasi, calon pengantin yang mengurus pengantar nikah juga menjalani screening kesehatan secara komprehensif di puskesmas. Pemeriksaan tidak hanya mencakup penyakit menular, tetapi juga screening kejiwaan dan imunisasi.
Siti menegaskan, pemeriksaan calon pengantin harus dilakukan oleh pasangan secara bersama-sama. Puskesmas tidak melayani calon pengantin yang datang seorang diri karena pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari persiapan kesehatan kedua calon pasangan.
“Catin itu kita tidak akan layani kalau datangnya sendiri, jadi harus sepasang datangnya berdua. Pemeriksaannya juga cukup lama karena ada screening kejiwaan, imunisasi, dan penyakit menular,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan memiliki sifat rahasia. Jika salah satu calon pengantin terkonfirmasi positif, petugas kesehatan hanya diperbolehkan menyampaikan hasil tersebut kepada orang yang bersangkutan.
“Kalau yang laki-laki terkonfirmasi, kami hanya boleh menyampaikan kepada yang laki-laki. Ketika yang perempuan positif, kami hanya boleh menyampaikan kepada yang perempuan,” ujarnya.
Menurut Siti, keputusan untuk menyampaikan kondisi kesehatan kepada pasangan merupakan hak masing-masing individu. Sementara tugas tenaga kesehatan adalah melakukan pemeriksaan dan menyampaikan hasil kepada pasien.
Di sisi lain, Puskesmas Rapak Mahang juga memberikan pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Pelayanan tersebut dilakukan secara khusus melalui sistem temu janji untuk menjaga privasi pasien.
Pendampingan diberikan untuk membantu pasien menjaga kepatuhan mengonsumsi obat, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta mencegah penularan kepada orang lain.
“Memang ada program pembinaan kami, pertemuan rutin per tiga bulan di sini. Ada edukasi dari dokter mengenai upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk tidak menularkan dan kepatuhan minum obat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Rapak Mahang juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memberikan pendampingan kepada pasien.
Siti menyebut, tantangan lain dalam pencegahan HIV saat ini adalah munculnya kasus baru pada kelompok lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL).
“Kalau ditanya laki-laki dan perempuan jumlahnya kurang lebih sama, tetapi fenomena yang terjadi sekarang dengan maraknya pergaulan anak-anak kita, LSL. Angka kasus yang baru itu banyak justru LSL,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, deteksi dini penting agar berbagai penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
Siti juga mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis di fasilitas kesehatan terdekat. Masyarakat cukup membawa KTP atau identitas yang diperlukan untuk mendapatkan layanan tersebut.
“Jangan takut untuk mengetahui secara dini penyakit-penyakit ataupun kelainan yang ada di tubuh kita, karena mencegah itu masih jauh lebih baik daripada mengobati,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma


Lurah Melayu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gang Wakaf, Data Sementara 50 KK Terdampak
75 Bangunan Terbakar di Danau Aji, Damkar Kukar Akui Terkendala Pasokan Air
Reses Masa Persidangan III, Arie Wibowo Serap Aspirasi Warga Samarinda Utara
Dandim Cup Meriahkan HUT ke-81 TNI, 26 SMP/MTs se-Kukar Adu Kemampuan
Peserta KB Aktif di Kukar Capai 88.556 Akseptor hingga September 2026
Kredit Kukar Idaman Terbaik Segera Diluncurkan, Plafon hingga Rp500 Juta Tanpa Bunga