Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Santi Effendi.
TENGGARONG, SAMBARANEWS.COM, – Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Santi Effendi, menggagas inovasi SIGAP UMKM atau Sistem Inkubasi dan Penguatan Tata Kelola UMKM.
Inovasi tersebut dirancang untuk mengubah pola pembinaan pelaku usaha mikro agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.
Santi mengatakan, setiap pelaku usaha memiliki persoalan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, pembinaan perlu diawali dengan mengetahui kondisi usaha sebelum menentukan bentuk pendampingan.
“Melalui SIGAP UMKM, kami ingin mengetahui terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan pelaku usaha. Dari hasil asesmen tersebut, pendampingan diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas sehingga pembinaan lebih tepat sasaran dan hasilnya dapat dipantau,” ujar Santi, Selasa (15/9/2026).
Dalam penerapannya, SIGAP UMKM dimulai dari pendataan dan verifikasi calon peserta, asesmen kebutuhan, pemetaan tingkat kesiapan usaha hingga penyusunan rencana pengembangan.

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha setelah mendapatkan pembinaan.
Perkembangan peserta diukur melalui sejumlah indikator, mulai dari kelengkapan legalitas, tata kelola usaha, pencatatan keuangan, kualitas produk dan kemasan, pemasaran digital, kapasitas produksi hingga peluang memperoleh pembiayaan dan kemitraan.
Menurut Santi, indikator tersebut diperlukan agar hasil pembinaan tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada usaha peserta.
“Kami ingin pembinaan UMKM menghasilkan perubahan yang dapat dilihat dan dibuktikan. Tidak harus langsung besar, tetapi ada kemajuan yang jelas dari kondisi awal menuju kondisi usaha yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskop UKM Kukar, Muhammad Reza, memberikan dukungan terhadap penerapan SIGAP UMKM. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembinaan usaha mikro di Kukar.
Uji coba program juga dilakukan untuk melihat penerapan model pembinaan sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Hasil monitoring dan evaluasi menjadi bahan penyempurnaan sebelum SIGAP UMKM diterapkan lebih luas.
Melalui inovasi yang digagas Santi Effendi tersebut, pembinaan pelaku usaha mikro diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Pendampingan juga diharapkan membantu pelaku usaha berkembang secara bertahap hingga mampu menjadi UMKM yang mandiri dan naik kelas.
SIGAP UMKM mengusung semangat “UMKM Berdaya, Ekonomi Daerah Jaya”.
Wartawan: Kusma


Anthony Marchellino Pimpin Yayasan Karya Kasih Kaltim Periode 2026-2031
Razia Lapas Perempuan Tenggarong, Seluruh Tes Urine Negatif dan Nihil Temuan
Di Tengah Kemarau, Lapas Perempuan Tenggarong Ajak Warga Binaan Shalat Istisqa
Kabut Asap Selimuti Tenggarong, BPBD dan PMI Bagikan 5.000 Masker
Jelang Erau 2026, Dispar Kukar Rampungkan Materi Promosi Pariwisata
Di Balik Prosesi Beluluh Sultan, Ada Doa dan Ikhtiar Menjaga Warisan Adat Kutai