Kondisi gorong-gorong dan drainase di Depan Kantor Bupati.
Tenggarong, Sambaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di depan Kantor Bupati yang kerap terjadi setiap tahun.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi gorong-gorong dan drainase di kawasan tersebut, Senin (30/3/2026).
Dalam sidak tersebut, Rendi menegaskan bahwa titik jalan di depan Kantor Bupati memang menjadi persoalan berulang yang harus segera ditangani. Ia memastikan proses pengerjaan akan segera dimulai setelah administrasi anggaran rampung.
“kami meninjau jalan yang selalu menjadi permasalahan dan kondisi tersebut terus terulang setiap tahun. Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga menyatakan bahwa titik ini siap dikerjakan, setelah menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan insya Allah akan kita percepat prosesnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, beberapa titik yang menjadi prioritas untuk penanganan awal. Lokasi tersebut meliputi area lampu merah, simpang jalan, hingga kawasan di bawah bundaran jembatan yang dinilai rawan mengalami kerusakan.
Meski demikian, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami defisit anggaran.
“Saat ini kondisi keuangan daerah memang sedang dalam keadaan defisit, sehingga kita harus memaksimalkan sumber daya yang ada. Titik-titik krusial akan kita prioritaskan,” jelas Rendi.
Untuk penanganan di lokasi depan Kantor Bupati, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk perbaikan jalan, tetapi juga mencakup pelebaran jalan serta pembangunan saluran air tembus.
Rendi menjelaskan, persoalan utama di kawasan itu terletak pada sistem drainase yang belum memadai, sehingga air tidak mengalir dengan baik ke sungai.
“Kalau hanya dilakukan penutupan atau perbaikan sementara tanpa drainase yang baik, maka masalah ini akan terus berulang karena ini jalur aliran air,” katanya.
Sebagai solusi, pemerintah akan membangun sistem drainase terpadu, termasuk pemasangan box culvert sebagai sarana penampungan dan pengaliran air.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan akan memprioritaskan penanganan pada titik-titik paling mendesak, dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar permasalahan serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Pria Diduga Terjatuh ke Sungai Mahakam di Loa Kulu, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Polres Kutim Bongkar Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Empat Orang Ditangkap
Ramai Dikaitkan dengan Pemilihan KONI Kaltim, Syahariah: Itu Tidak Benar
Kadin Kukar Gandeng PT Tunggang Parangan, Bidik Penguatan Ekosistem Bisnis dan PAD Daerah
Disbun Kukar Lakukan Evaluasi Plasma, Ada Perusahaan Belum Merealisasikan Kewajiban
Tunggu SK Gubernur, Pemekaran Wilayah di Kukar Segera Diajukan ke Kemendagri