Foto bersama dalam rangka Kasih Selamat ke-75 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI usai Kirab Budaya Etam di kawasan Kedaton, Minggu (8/2/2026).
Tenggarong, Sambaranews.com – Kirab Budaya Etam menjadi bagian dari rangkaian acara Kasih Selamat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI dalam peringatan ke-75 tahun Sultan Adji Muhammad Arifin. Kegiatan berlangsung di kawasan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Minggu (8/2/2026), sebagai wujud pelestarian adat dan budaya daerah yang terus dijaga secara turun-temurun.
Kirab budaya diikuti sembilan peserta dari berbagai paguyuban dan lembaga budaya, yakni Persatuan Drum Band Indonesia Kabupaten Kukar, Ikatan Keluarga Madura, Ikatan Keluarga Banyuwangi, Ikatan Keluarga Bali, Ramaong Kutai Berjaya, Prajurit Kesultanan Kutai, Tim Kesultanan Cahaya Kedaton, Ikatan Keluarga Besar Minang, dan Ikatan Keluarga Besar Toraja.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kepala Dinas Pendidikan Kukar Heriansyah, perwakilan kerabat dan jajaran Kesultanan, serta tamu undangan lainnya.
Perwakilan kerabat Kesultanan, Pangeran Hario Notonegoro, mengatakan tradisi Kasih Selamat merupakan adat yang harus terus dijaga dan dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat.
“Kasih Selamat ke-75 Tahun Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 merupakan adat yang terus kita jaga dan lestarikan. Adat ini telah mengangkat nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai yang diwariskan para leluhur telah membentuk budaya dan identitas Kota Tenggarong yang kini berusia 244 tahun, sekaligus menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan dalam menjaga tradisi turun-temurun.
“Nilai-nilai yang ditanamkan oleh para leluhur terdahulu telah menciptakan sebuah budaya dan membentuk Kota Tenggarong. Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan dalam menjaga tradisi yang harus terus dilestarikan sebagai identitas daerah,” jelasnya.
Menurutnya, tujuan utama pelaksanaan Kirab Budaya Etam adalah melestarikan budaya serta menjadikan adat sebagai dasar dalam pelaksanaan pembangunan.
“Dengan budaya, kita melaksanakan pembangunan. Bukan membangun budaya, melainkan menjadikan budaya sebagai dasar dalam melaksanakan pembangunan. Apa yang ditanamkan oleh para leluhur sejak dahulu merupakan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi kita hari ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam RPJP Kabupaten Kutai Kartanegara 2035, Kukar ditegaskan sebagai daerah yang tangguh dan berbudaya. Momentum peringatan hari ulang tahun Sultan dinilai menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat pelestarian adat dan budaya.
Rangkaian Kasih Selamat Ayahanda Sultan telah dimulai sejak 7 Februari 2026 melalui kegiatan sunatan massal bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya yang dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial.
“Hal ini menunjukkan bahwa Ayahanda Sultan ingin berbagi dan memberikan asas manfaat, serta meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” ungkapnya.
Kirab Budaya pada 8 Februari mengambil rute dari depan Kedaton dan berakhir kembali di lokasi yang sama, serta disambut antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan tersebut.
Rangkaian acara akan ditutup dengan prosesi puncak yang bersifat sakral pada 9 Februari 2026, bertepatan dengan hari lahir Sultan, yang digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Mari kita jadikan adat dan budaya sebagai fondasi dalam melaksanakan pembangunan. Apa yang kita nikmati hari ini merupakan jasa para leluhur yang telah mewariskan adat dan budaya kepada kita,” pungkas Pangeran Hario Notonegoro.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Pria Diduga Terjatuh ke Sungai Mahakam di Loa Kulu, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Polres Kutim Bongkar Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Empat Orang Ditangkap
Ramai Dikaitkan dengan Pemilihan KONI Kaltim, Syahariah: Itu Tidak Benar
Kadin Kukar Gandeng PT Tunggang Parangan, Bidik Penguatan Ekosistem Bisnis dan PAD Daerah
Disbun Kukar Lakukan Evaluasi Plasma, Ada Perusahaan Belum Merealisasikan Kewajiban
DPRD Kukar Dorong Perusahaan Sawit Penuhi Kewajiban Plasma untuk Masyarakat