KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan peringatan Hari Disabilitas Internasional sebagai momentum untuk mereformasi total tata kelola pembinaan penyandang disabilitas. B
upati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, secara tegas menyatakan bahwa tanggung jawab pembinaan kaum difabel tidak boleh lagi hanya bergantung pada inisiatif dan upaya mandiri para guru Sekolah Luar Biasa (SLB), melainkan harus diambil alih dan dilaksanakan secara sistematis oleh perangkat daerah.
Bupati Ardiansyah menginstruksikan tiga dinas teknis untuk bersinergi dan menjadi dinas pengampu utama, yaitu: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).
Penunjukan ini krusial untuk memastikan program inklusi memiliki payung anggaran yang berkelanjutan dan terstruktur di tingkat kabupaten. Dengan penanggung jawab anggaran yang pasti, kegiatan bagi penyandang disabilitas akan bertransformasi dari sekadar acara seremonial tahunan menjadi program yang terencana dan terukur.
Selain perbaikan aspek manajerial dan fiskal, Bupati juga menyoroti pentingnya penghapusan stigma negatif di masyarakat. Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang setara untuk berkembang dan berpartisipasi, sehingga masyarakat wajib memberikan ruang, kesempatan, dan perlakuan yang setara kepada mereka. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Bupati Kutai Barat Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk
Usai Dikeluhkan Pedagang, Kebijakan Tarif Lapak Bazar Ramadan Direvisi
Terkendala Efisiensi Anggaran, Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Loa Kulu Tertunda
Air Bangar Kembali Muncul, DKP Kukar Imbau Pembudidaya Ikan Lakukan Langkah Antisipasi