KUTIM – Keterisolasian akses yang telah berlangsung selama puluhan tahun di delapan desa di Kecamatan Telen, Kutai Timur, akhirnya akan teratasi melalui komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim untuk merealisasikan dua proyek infrastruktur besar. Anggota Komisi A DPRD Kutim, Aidil Fitri, menjelaskan bahwa kondisi geografis Telen sangat kompleks, di mana desa-desa tersebut tersebar diempat wilayah daratan berbeda dan dipisahkan oleh dua sungai besar, membuat mobilitas warga
mustahil tanpa infrastruktur penghubung.
Dua proyek utama yang diproyeksikan untuk menghubungkan desa-desa terpencil ini adalah Rekonstruksi Jalan Simpang Batu Redi di Desa Muara Pantun dan pembangunan Jembatan Long Melah Muara Haloq.
Aidil Fitri menegaskan bahwa pembangunan jembatan menjadi satu-satunya solusi permanen, mengingat desa-desa seperti Batu Redi, Juk Ayak, Marah Haloq, Rantau Panjang, Long Melah, Long Sugiar, dan Kerjanya Noran, terpisah oleh alur sungai yang lebar. Ia optimistis, dengan terealisasinya proyek jembatan ini, pada tahun 2027 seluruh desa yang terputus akan tersambung sepenuhnya.
Proyek yang menelan biaya hingga ratusan miliar rupiah ini merupakan bagian dari rencana kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) 2026–2028. Aidil menekankan bahwa pembangunan ini sangat penting dan harus menjadi prioritas pemerintah, sebab Telen diidentifikasi sebagai wilayah paling tertinggal di Kutim dibandingkan kecamatan lain seperti Wahau dan Kombeng.
Tujuannya jelas:mengakhiri keterisolasian dan memulihkan akses vital ke sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan publik bagi masyarakat setempat. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Syahariah Soroti Proyek Sekolah Mangkrak di Kaltim, Minta Penyelesaian Tak Lagi Ditunda
Rudy Mas’ud Siap Benahi Lampu Stadion Segiri untuk Dukung Borneo FC Tampil di Asia
Gratispol Ringankan Biaya Kuliah, Ribuan Mahasiswa Universitas Mulia Terbantu
Paket TIKI Mencurigakan Ungkap Kasus, Kasat Resnarkoba Polres Kukar Jadi Tersangka