KUTIM – Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir, secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk segera mengambil alih kewenangan pencegahan banjir yang berulang setiap musim hujan. Muhajir menegaskan bahwa Desa Sangatta Selatan sudah tidak sanggup lagi jika harus terus berada dalam posisi reaktif, hanya menangani dampak saat banjir terjadi.
“Untuk pencegahan banjir, pemerintah desa tidak sanggup. Itu di luar kapasitas kami,” tegas Muhajir. Selama ini, peran pemerintah desa terbatas pada penanganan darurat: melakukan evakuasi cepat, menyalurkan bantuan logistik dan kesehatan, serta memanfaatkan bantuan perahu karet dari kabupaten untuk menyelamatkan warga. Upaya-upaya ini, meski vital, hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah.
Untuk menghentikan siklus banjir tahunan, Muhajir menekankan bahwa harus ada intervensi fisik berskala besar dari Pemkab Kutim. Pengerjaan teknis yang membutuhkan kapasitas dan anggaran besar seperti pembuatan sodetan ke sungai, normalisasi aliran air, atau pembangunan infrastruktur drainase berskala besar harus diprioritaskan.
Tanpa adanya langkah preventif dan pengerjaan fisik permanen dari Pemkab, kerugian dan gangguan yang dialami warga akan terus berulang. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Muhajir berharap Pemkab Kutim dapat bertindak cepat dan menjadikan pembangunan fisik pencegah banjir sebagai prioritas untuk memberikan solusi jangka panjang bagi warga Sangatta Selatan. (ADV)


Pengadaan Tisu Toilet Senilai Rp261 Juta di Setda Kutim Viral, Bupati Mengaku Belum Paham Detailnya
Tekanan Fiskal di Kutim dan Desakan Kolaborasi Swasta untuk Pembangunan Daerah 3T
Transparansi Kunci Pembangunan: Desa Teluk Pandan Alokasikan Rp6 Miliar untuk Mengangkat Kualitas Jalan Tani dan Kehidupan Warga
Bupati Ardiansyah Resmikan Kantor Desa Muara Dun dan Balai Kelinjau Ilir, Tekankan Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Desa
Disdikbud Kutim Komitmen Terapkan Restorative Justice: Mulyono Utamakan Mediasi dan Pendekatan Kekeluargaan untuk Kasus Sekolah
Pria Diduga Terjatuh ke Sungai Mahakam di Loa Kulu, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Polres Kutim Bongkar Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Empat Orang Ditangkap
Ramai Dikaitkan dengan Pemilihan KONI Kaltim, Syahariah: Itu Tidak Benar
Kadin Kukar Gandeng PT Tunggang Parangan, Bidik Penguatan Ekosistem Bisnis dan PAD Daerah