Razia gabungan di kawasan yang dikenal sebagai warung kopi pangku di jalur Tenggarong–Samarinda pada Sabtu malam (15/11/2025).
Tenggarong, Sambaranews.com – Kawasan yang dikenal warga sebagai warung kopi pangku di jalur Tenggarong–Samarinda mendadak sepi pada Sabtu malam (15/11/2025). Lokasi yang biasanya ramai aktivitas itu terlihat tutup total, bahkan seluruh lampu warung dipadamkan. Kondisi ini diduga kuat terjadi akibat informasi razia gabungan yang lebih dulu tersebar sebelum operasi dimulai.
Operasi penertiban dilaksanakan oleh Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Satpol PP Samarinda dan Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar), serta didukung unsur TNI, Polri, dan Polisi Militer (POM). Satpol PP Kukar sendiri mengerahkan sekitar 100 personel untuk mendukung kegiatan tersebut.
Kepala Satpol PP Kukar, Arfan Boma, melalui Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi, membenarkan adanya dugaan kebocoran informasi.
“Ya, ada indikasi informasi razia sudah tersebar lebih dulu. Biasanya lokasi itu sangat ramai sehingga kabar apa pun cepat beredar, apalagi ini malam Minggu,” ujar Rasidi.
Meski begitu, operasi tetap menemukan beberapa pelanggaran. Menurut Rasidi, sejumlah orang diamankan dari lokasi tersebut.
“Tadi terlihat ada beberapa orang yang diamankan. Mereka diamankan karena kedapatan membawa minuman keras dan ada indikasi praktik prostitusi,” jelasnya.
Dari penyisiran di area itu, sekitar empat hingga lima orang diamankan. Rasidi menegaskan bahwa mereka bukan warga Kukar, melainkan berasal dari luar daerah.
“Untuk penyitaan dilakukan oleh Satpol PP Samarinda, karena razia ini merupakan kegiatan yang digagas Pemerintah Kota Samarinda. Kami hanya bersifat memberi dukungan di wilayah Tenggarong,” tambahnya.
Menanggapi dugaan kebocoran razia, Satpol PP Kukar mendorong agar koordinasi lintas wilayah diperbaiki.
“Jika ada agenda seperti ini, sebaiknya dikoordinasikan dan dirapatkan seluruh wilayah,” ujar Rasidi.
Di sisi lain, Kukar tetap akan melanjutkan upaya penertiban dengan fokus pada pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS). Rasidi menilai langkah penertiban tidak bisa hanya bertumpu pada razia sesaat.
“Kalau hanya kucing-kucingan, masalah tidak akan selesai. Harus ada edukasi untuk masyarakat agar mereka lebih berhati-hati dan enggan mengunjungi lokasi seperti itu,” pungkasnya.
Wartawan: Kusma
Editor: leeya


Polisi Temukan 19 Poket Sabu di Ventilasi Kamar Warga Rantau Pulung
Diduga Curi 115 Janjang Sawit, Lima Pria Diamankan di Perkebunan Rantau Pulung
Disembunyikan dalam Es Kelapa, 9 Paket Diduga Sabu Gagal Diselundupkan ke Lapas Tenggarong
5 Handphone hingga Senjata Tajam Ditemukan dalam Razia Lapas Tenggarong
11 Poket Diduga Sabu Diamankan dari Seorang Pria di Sangatta Utara
Polda Kaltim Bongkar Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, 2,9 Kg Sabu dan 1.900 Ekstasi Disita
Bolos Saat Jam Pelajaran, 23 Pelajar Terjaring Satpol PP Kukar di Sejumlah Tempat Nongkrong
Ribuan Warga Padati Tenggarong, Mengulur Naga dan Belimbur Tutup Rangkaian Erau 2026